Pantau Flash
Nilai Kapitalisasi Apple Turun Rp466,1 Triliun Akibat Virus Korona
Arsul PPP Menduga Pasal 170 RUU Ciptaker Bukan Cuma Salah Ketik
Mendag Akan Kaji Bulog Impor Gula Konsumsi 200 Ribu Ton
Penyelidikan Dugaan Korupsi Megaproyek Kemenpar di Lombok Dihentikan
Singapura Kucurkan Dana Rp55 Triliun Atasi Dampak Virus Korona

Latihan Fisik Juga Perlu Jeda, Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?

Headline
Latihan Fisik Juga Perlu Jeda, Apa Manfaatnya Bagi Tubuh? Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Melakukan latihan fisik sebaiknya diselingi jeda agar otot-otot tubuh pulih. Jeda yang dimaksud bukan berarti tak melakukan apa-apa tetapi memilih aktivitas fisik yang membuat otot rileks.

"Habis exercise otot membutuhkan recovery. Makanya ada orang yang berolahraga tapi enggak ada hasilnya, ototnya enggak dikasih istirahat," ujar personal trainer Paradigm Fitness, Jehan Islianur dalam acara bincang Jovee di Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Baca juga: 5 Olahraga Ini Harus Dihindari Ketika Berusia di Atas 50 Tahun

Menurut Jehan, aktivitas yang bisa menjadi pilihan antara lain yoga, meditasi atau lainnya.

"Kalau terus (latihan fisik yang) tight, enggak kebayang badannya jadi apa. Kalau enggak sempat melakukan olahraga rileks, bisa dengan (konsumsi) suplemen," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, praktisi kesehatan dari Jovee dr. Fala Adinda menuturkan, sebagian orang lupa memulihkan otot-otot mereka usai beraktivitas fisik. Dipijat atau mendapatkan asupan mikronutrien menjadi hal penting agar pemulihan lebih cepat.

"Dari latihan ke latihan berikutnya kita butuh recovery, misalnya pijat, lalu (asupan) mikronutrien agar recovery lebih cepat," tutur dia.

Lalu kapan waktu jeda terbaik?

Laman Livestrong menyebut, saat Anda merasa tubuh melemah maka itulah waktu otot perlu pemulihan alias jeda dari latihan fisik yang berat. Lamanya waktu jeda bervariasi antara masing-masing orang.

Tetapi ada cara untuk mempercepatnya, yakni merangsang sintesis protein otot, memastikan bahan bakar yang tepat untuk otot Anda dan menjaga glukosa darah selama dan segera setelah berolahraga.

Baca juga: Ngorok Bikin Tidur Nggak Nyaman? Atasi dengan 6 Metode Ini

Setiap hari, pastikan Anda mengosumsi 1,4 -2 gram protein per kilogram berat badan Anda. Jika Anda memiliki berat badan sekitar 79 kilogram, maka Anda harus mengonsumsi antara 111-159 gram protein per hari.

Otot Anda bergantung pada protein dan asam amino leusin agar lebih cepat pulih.

Jika Anda melakukan latihan fisik berat selama lebih dari satu jam, minumlah cairan kaya karbohidrat atau air saja sebenarnya sudah cukup.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Ragam

Berita Terkait: