Pantau Flash
Tidak Gunakan Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp150.000
Doni Primanto Joewono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Kasus Positif COVID-19 Jadi 76.981, Nol Kasus Baru di Sembilan Provinsi
Kelly Preston Istri dari John Travolta Meninggal Dunia
Penyanyi Rap Lil Marlo Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak

Studi Terbaru, Kucing Lebih Rentan Tertular Korona

Studi Terbaru, Kucing Lebih Rentan Tertular Korona Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Studi baru yang diterbitkan Rabu, 8 April 2020, mengatakan kucing bisa terinfeksi virus korona, namun anjing tampak lebih kebal. Hal ini mendorong WHO untuk mencari tahu lebih dalam mengenai penularan virus antara manusia dan hewan peliharaan.

Studi yang dipublikasikan di situs jurnal Science, menemukan bahwa kucing juga dapat terinfeksi dengan SARS-CoV-2, istilah ilmiah untuk virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Meski demikian, hewan lain seperti anjing, ayam, babi, dan bebek disebut sepertinya takkan tertular virus.

Baca juga: Seekor Kucing di Hong Kong Positif Tertular Virus Korona

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hewan mana yang rentan terhadap virus sehingga mereka dapat dimanfaatkan untuk menguji vaksin eksperimental demi memerangi pandemi Covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 83.000 orang di seluruh dunia sejak muncul di Cina pada awal Desember.

SARS-CoV-2 diyakini telah menyebar dari kelelawar ke manusia. Kecuali beberapa infeksi yang dilaporkan pada kucing dan anjing, belum ada bukti kuat bahwa hewan peliharaan dapat menjadi pembawa virus.

Sebelumnya dilaporkan seekor harimau bernama Nadia di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat positif terinfeksi virus korona (Corona-19).

Studi tersebut, berdasarkan penelitian yang dilakukan di China pada Januari dan Februari, mengatakan bahwa para peneliti menemukan kucing dan musang sangat rentan terhadap virus ketika mereka mencoba untuk menginfeksi hewan dengan memasukkan partikel virus melalui hidung.

Mereka juga menemukan kucing dapat saling menginfeksi melalui droplet pernapasan. Kucing yang terinfeksi memiliki virus di mulut, hidung, dan usus kecil. Anak-anak kucing yang terpapar virus memiliki luka besar di paru-paru, hidung, dan tenggorokan mereka.

Pada musang, virus ditemukan di saluran pernapasan bagian atas tetapi tidak menyebabkan penyakit parah.

Baca juga: Belum Ada Bukti Covid-19 Bisa Menginfeksi Anjing dan Kucing

Tes antibodi menunjukkan anjing lebih kecil kemungkinannya tertular virus, sementara babi, ayam, dan bebek yang diinokulasi tidak ditemukan memiliki jenis virus apa pun.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan orang yang sudah terinfeksi COVID-19 termasuk tanpa gejala bisa menularkan virus tersebut ke hewan peliharaan.

"Yang kita ketahui hewan peliharaan yang tertular. Sampai saat ini yaitu mamalia," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: