Pantau Flash
BEM SI Demo di Depan KPK Usai Ultimatum Tak Digubris Jokowi, Ratusan Personel Disiagakan
Senaf Soll, Pecatan TNI AD yang Jadi Pimpinan KKB Meninggal di RS Bhayangkara Jayapura
Tiba di Polda Metro, Luhut Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Haris Azhar
Data per 26 September, 48.526.648 Penduduk Indonesia Sudah Dapat Vaksin Dosis Lengkap
Ngeri, IDI Ungkap Kasus Anak Terinfeksi Covid-19 Tertinggi di Jawa Barat

Tinggalkan Kebiasaan Mencabut Uban Jika Tak Ingin Rambut Rontok

Tinggalkan Kebiasaan Mencabut Uban Jika Tak Ingin Rambut Rontok Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Bukannya tumbuh 10 helai uban baru, mencabut rambut berwarna abu-abu itu hanya akan membuat Anda menghadapi kerontonkan rambut yang permanen, kata Dr Eileen Tan, ahli dermatologi Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura.

Dia seperti dilansir Channel News Asia, mengatakan, folikel (kantung kecil di kulit kepala tempat rambut tumbuh) akan menghasilkan seuntai rambut abu-abu sesuai tempat rambut tumbuh.

Baca juga: 5 Manfaat Jahe untuk Kesehatan Kulit yang Jarang Diketahui, Coba Yuk!

Jika Anda terus-menerus mencabut uban dari folikel yang sama, pabrik pembuat rambut itu mungkin berhenti berproduksi untuk selamanya.

Dr Robert Shmerling dari Harvard Health Publishing mengungkapkan, uban muncul karena folikel rambut Anda menghasilkan lebih sedikit warna seiring bertambahnya usia.

"Jadi ketika rambut melewati siklus alami kematian dan regenerasi, rambut cenderung tumbuh dengan warna abu-abu," kata dia.

Dia mencatat, genetika biasanya menentukan kapan uban muncul. Hal senada juga diungkapkan Tan. Dengan kata lain, jika orang tua atau kerabat Anda sudah mulai beruban di usia 30 tahunan, kemungkinan besar Anda akan mengalaminya juga.

Menurut laman Healthline, kemungkinan uban muncul meningkat setelah usia 30, 10-20 persen setiap dekade.

Di sisi lain, stres memicu kondisi umum yang disebut telogen effluvium, yang menyebabkan rambut rontok sekitar tiga kali lebih cepat dari biasanya.

"Tetapi jika Anda setengah baya dan rambut Anda rontok dan regenerasi lebih cepat karena stres, mungkin saja rambut yang tumbuh akan menjadi warna abu-abu, bukan warna aslinya," kata Shmerling.

Tan mengatakan, penyakit tiroid dan kondisi autoimun seperti vitiligo dan alopecia areata, bisa menjadi penyebab munculnya uban.

Uban akan tetap demikian kecuali jika Anda mewarnainya. Menurut Healthline, suplemen vitamin, tonik rambut tidak akan mengembalikan produksi melanin atau pigmentasi folikel.

Setelah folikel berhenti memproduksi melanin, rambut yang dihasilkannya akan menjadi berwana abu-abu.

Baca juga: Hal yang Bisa Diajari kepada Anak saat di Rumah Selama Pandemi Korona

Namun, Anda bisa memperlambat masa melanin berhenti misalnya, melalui konsumsi makanan yang kaya akan Vitamin B6, B12 (baik vitamin B dapat ditemukan dalam daging, ikan, dan produk susu) dan D (bayam, kangkung, sarden, salmon).

Makanan ini dapat membantu rambut Anda mempertahankan pigmentasi dan menunda munculnya uban, kata Dr. Tan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang