Pantau Flash
ESDM: Kontrak Blok Corridor Diteken Gunakan Skema Gross Split
Seorang Ekstremis Selandia Baru Rencanakan Pembunuhan PM Jacinda Ardern
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diprediksi 5,5 Juta
PBSI Targetkan Juara Umum SEA Games 2019
Imbauan MUI Jatim ke Pejabat Muslim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama Disorot

Ayan Kambuh, Dua Pembunuh yang Disewa Aulia Kesuma Tak Jadi Beraksi

Headline
Ayan Kambuh, Dua Pembunuh yang Disewa Aulia Kesuma Tak Jadi Beraksi

Pantau.com - Kasus pembunuhan ayah dan anak yang diprakarsai oleh Aulia Kesuma atau istri dari korban semakin menemukan titik terang. Dalam aksinya itu, Aulia menyewa empat pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan M. Adi Pradana alias Dana (23).

Namun, pada rentetan aksi pembunuhan itu terselip cerita unik dari empat eksekutor. Sebab pada saat hendak beraksi atau dalam perjalanan penyakit ayan atau epilepsi dari satu pembunuh bayaran itu kambuh.

"Salah satu eksekutor kesurupan atau seperti sakit ayan," ucap Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi di Polda Jawa Barat, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Kasus Aulia Kesuma: Pelaku Bukan Pembunuh Profesional, Hanya Seorang Buruh

Sehingga, para eksekutor memutuskan untuk menunda aksinya yang kala itu hendak berangkat ke rumah korban yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ketiga eksekutor itu pun membawa rekannya tersebut ke salah satu penginapan yang berada di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, dengan tujuan mengobati penyakit ayan tersebut.

Usai membawa rekannya, ketiga eksekutor itu pun berniat menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh Aulia Kesuma. Namun, dua pembunuh bayaran yakni, A dan S meminta satu rekannya untuk menemani.

"Satu eksekutor ini mau ikut tapi mendapat informasi beberapa eksekutor lain tidak bisa ditinggal sehingga hanya dua eksekutor ikut ke sana," kata Nasriadi.

Sebelumnya, ayah dan anak yakni, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas di dalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35).

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Baca juga: Aulia Kesuma Terus Menangis Usai Membunuh dan Bakar Suami serta Anak Tiri

Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh anaknya GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: