Pantau Flash
Pelebaran Trotoar di Cikini Korbankan Jalur Sepeda
Hasto: Ahok Tak Harus Keluar PDIP Jika Diberi Tugas di BUMN
Semua Anggota Polri Dilarang Pamer Kekayaan di Media Sosial
Luhut Panjaitan: Kami Nggak Mau Teknologi Kelas 2 Datang ke Indonesia
Banderol Marko Simic Terlalu Tinggi untuk Sepak Bola Indonesia

Kasus Aulia Kesuma: Pelaku Bukan Pembunuh Profesional, Hanya Seorang Buruh

Headline
Kasus Aulia Kesuma: Pelaku Bukan Pembunuh Profesional, Hanya Seorang Buruh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Antara)

Pantau.com - Dua eksekutor yang diminta untuk menghabisi nyawa Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan M. Adi Pradana alias Dana (23), disebut bukanlah pembunuh bayaran profesional.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebut dari hasil pemeriksaan sementara para eksekutor baru pertama kali melakukan tindak kejahatan pembunuhan.

"Baru satu kali (melakukan aksi pembunuhan)," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Aulia Kesuma, Si Otak Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi Bermodal Rp500 Juta

Selain itu, sambung Argo, kedua eksekutor yakni A dan S dalam kehidupan sehari-hari diketahui bekerja sebagai buruh. Lebih jauh, Argo mengatakan saat ini pihak Polda Metro Jaya masih menunggu tersangka utama AK (Aulia Kesuma) yang akan dibawa ke Jakarta guna kembali menjalani serangkaian pemeriksaan intensif.

"Kita masih menunggu tersangka yang dari Sukabumi. Kita sudah komunikasikan, nanti akan dilimpahkan ke Jakarta," kata Argo.

"Jadi tentunya nanti kita akan bsa mengetahui bagaimana runtutnya peristiwa pidana tersebut dari perencanaan pembunuhan," sambungnya.

Sebelumnya, ayah dan anak yakni, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas di dalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35).

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Baca juga: Aulia Kesuma Terus Menangis Usai Membunuh dan Bakar Suami serta Anak Tiri

Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh anaknya GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: