
Pantau - Polres Metro Jakarta Utara memberikan trauma healing kepada ibu dari korban pembunuhan berinisial MAR (22) dan pelaku berinisial MAH (16) setelah kedua anak kandungnya terlibat dalam kasus pembunuhan di wilayah Jakarta Utara.
Layanan penyembuhan trauma itu diberikan karena satu anaknya menjadi korban tewas sementara satu lainnya menjadi pelaku dalam peristiwa yang terjadi di kawasan Kelapa Gading pada Selasa (24/2) sore.
Ibu Korban Masih Histeris
Kasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Arsin menyatakan, "Sang ibu masih histeris dan kami berikan pemulihan trauma dengan hipnoterapi agar dapat menenangkan diri.".
Ia mengungkapkan layanan trauma healing diberikan langsung di rumah sang ibu oleh personel yang memiliki kemampuan pelayanan trauma healing.
Setelah mendapatkan pendampingan, kondisi ibu disebut sudah lebih stabil dan dapat memberikan keterangan kepada penyidik.
Kompol Ni Luh Sri Arsin mengatakan, "Tadi kondisinya sudah cukup stabil dan kami juga ambil keterangan menyangkut peristiwa yang menimpa anaknya.".
Polisi menilai kondisi tersebut sangat berat bagi sang ibu sehingga pendampingan terus dilakukan sesuai arahan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz.
Kompol Ni Luh Sri Arsin menegaskan, "Pemberian layanan trauma healing ini kembali akan kami lakukan dan melihat kondisi kejiwaan sang ibu.".
Dalam keterangannya kepada polisi, sang ibu mengaku tidak pernah pilih kasih terhadap kedua anak kandungnya.
Polisi mengungkap korban MAR (22) berkuliah di tiga tempat sehingga membutuhkan biaya pendidikan lebih besar dibandingkan adiknya yang masih duduk di bangku SMP.
Kompol Ni Luh Sri Arsin menyampaikan, "Ibu ini malah lebih sayang kepada pelaku karena dia mengalami penyakit lambung sehingga mendapatkan perhatian lebih.".
Ia menjelaskan komunikasi antara kedua anak tersebut tidak berjalan dengan baik karena jika salah satu ingin berbicara harus melalui perantara ibunya.
Kompol Ni Luh Sri Arsin menjelaskan, "Jika si abang ingin bicara dengan adik, melalui ibunya, dan begitu sebaliknya.".
Kronologi Pembunuhan Kakak oleh Adik
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara mengungkap kronologi kasus pembunuhan yang melibatkan kakak dan adik kandung tersebut.
Pelaku MAH (16) diduga memukul kakak kandungnya MAR (22) hingga tewas di dalam rumah mereka di Kelapa Gading.
Kompol Ni Luh Sri Arsin menjelaskan, "Pelaku ini diduga berkali-kali memukul kepala korban dengan palu karena pelaku sangat emosi, sehingga korban tersungkur.".
Setelah korban tersungkur, pelaku disebut kembali memukul kepala korban hingga lima kali.
Saat masih berada di lokasi kejadian, korban disebut masih dalam keadaan hidup karena masih bersuara sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Kompol Ni Luh Sri Arsin menyatakan, "Namun, korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.".
Polisi menilai pelaku nekat melakukan pembunuhan karena adanya permasalahan keluarga dan rasa cemburu terhadap korban.
Pelaku diduga merasa kakaknya lebih diperhatikan oleh ibunya dalam berbagai hal di lingkungan keluarga.
Kompol Ni Luh Sri Arsin menambahkan, "Apa yang diinginkan oleh kakaknya selalu dituruti oleh orang tuanya.".
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan hubungan kakak dan adik kandung yang berujung pada tindak pidana pembunuhan di lingkungan keluarga.
- Penulis :
- Aditya Yohan







