
Pantau - Kim Jong Un menegaskan Korea Utara tidak akan berdamai dengan Amerika Serikat apabila negaranya tidak diakui sebagai negara nuklir dan selama kebijakan permusuhan terhadapnya masih berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri parade militer untuk memperingati Kongres Kesembilan Partai Pekerja Korea yang dilaporkan kantor berita KCNA pada Kamis 26 Februari.
Ketegangan hubungan Korea Utara dan Amerika Serikat selama ini dipicu program nuklir Pyongyang serta sanksi internasional yang dijatuhkan Washington dan sekutunya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah bertemu Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan dua Korea pada 30 Juni 2019 dalam upaya meredakan ketegangan.
Syarat Pemulihan Hubungan dengan Amerika Serikat
Kim menyatakan kesiapan memulihkan hubungan dengan Amerika Serikat dengan syarat status nuklir negaranya dihormati dan kebijakan permusuhan dihentikan.
Ia menegaskan, "Jika AS menghormati posisi negara nuklir kami saat ini, seperti ditetapkan dalam Konstitusi DPRK dan menarik kebijakan permusuhannya terhadap DPRK, tak ada alasan bagi kami untuk tak dapat berhubungan baik dengan AS," ungkapnya.
Dalam pernyataannya, ia merujuk nama resmi Korea Utara yakni Democratic People's Republic of Korea.
Kim menambahkan bahwa selama lima tahun terakhir Partai Pekerja Korea telah secara permanen mengukuhkan status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir.
Penegasan tersebut menjadi sinyal kepada pihak yang dianggap sebagai lawan bahwa Korea Utara tidak akan melepaskan senjata nuklirnya dalam keadaan apa pun hingga dunia benar-benar berubah.
Strategi Penguatan dan Modernisasi Nuklir
Menurut Kim, peningkatan dan penguatan senjata nuklir menjadi inti strategi penangkalan dan strategi pertempuran Korea Utara.
Ia menyampaikan, "Kami memiliki rencana jangka panjang untuk menambah kekuatan nuklir nasional setiap tahun ke depan dan akan berkonsentrasi pada peningkatan jumlah senjata nuklir serta memperluas sarana dan ruang operasi nuklir," tegasnya.
Kim juga menambahkan bahwa Korea Utara akan memodernisasi kemampuan serangan serta sistem kendali senjata nuklir dan meningkatkan kesiapan tempur melalui berbagai latihan militer.
Ia menekankan prioritas pembekalan senjata nuklir bagi angkatan laut sebagai bagian dari strategi penguatan militer secara keseluruhan.
Kim kembali menegaskan, "Kekuatan nuklir negara adalah jaminan dasar dan perangkat keamanan yang kuat untuk memastikan keamanan, kepentingan, dan hak pembangunan negara secara andal," ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa perluasan blok agresif yang dipimpin Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik serta aksi militer yang dinilai melampaui batas telah menciptakan situasi tidak biasa yang mengancam keamanan di Semenanjung Korea dan kawasan sekitarnya.
- Penulis :
- Arian Mesa







