
Pantau - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyatakan pemerintah menargetkan pengelolaan sampah di tapak dan tengah menyiapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri untuk mengaktifkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R).
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah di Jakarta, ia mengatakan, "Saat ini ini kalau data yang saya pegang, TPS3R banyak yang mangkrak, yang non-aktif ini sekitar mungkin 30-an persen kali. Jadi kami di KLH sendiri sebenarnya sedang mendraf SKB 4 Menteri untuk mereaktivasi TPS3R,".
Ia menambahkan, "Jadi bapak-bapak, ibu-ibu, nanti mohon juga di daerah didorong supaya lebih banyak TPS3R,".
Pengaktifan kembali TPS3R diperlukan karena pemerintah menargetkan pengelolaan sampah nasional mencapai 100 persen pada 2029.
Pada tahun tersebut, timbulan sampah diproyeksikan mencapai 146.780 ton per hari secara nasional.
TPS3R dan Bank Sampah Induk ditargetkan mampu mengelola 29.124 ton per hari atau sekitar 19,84 persen di tingkat desa dan kelurahan pada 2029.
Pengelolaan dari sumber melalui biodigester dan kompos diharapkan menangani 12,40 persen dari total timbulan sampah harian.
Penggunaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) ditargetkan mengelola 25,29 persen dari sampah harian.
TPST Non-RDF akan digunakan untuk daerah yang tidak memiliki off taker RDF dengan target pengelolaan 19,98 persen dari sampah harian.
Untuk skala besar, pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ditargetkan mampu menyelesaikan 33.000 ton sampah per hari atau 22,48 persen timbulan sampah pada 2029.
Sisa sekitar 30 persen dari total timbulan sampah akan dikelola di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan menyisakan residu.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







