
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur menangkap 320 kilogram ikan sapu-sapu di Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur, dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Kegiatan penangkapan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur Munjirin pada 24 April 2026.
"Hingga saat ini, sudah tertangkap sekitar 320 kilogram ikan sapu-sapu. Proses ini masih terus berlangsung sambil menunggu air lebih surut agar penangkapan bisa lebih maksimal," ungkapnya.
Proses Penangkapan dan Metode Pemusnahan
Penangkapan ikan sapu-sapu masih terus dilakukan sambil menunggu volume air waduk diturunkan secara bertahap agar hasil lebih maksimal.
Petugas menurunkan volume air waduk untuk memudahkan proses penangkapan ikan yang dikenal sebagai spesies invasif tersebut.
Ikan selain sapu-sapu yang tertangkap dalam proses ini akan dilepaskan kembali ke waduk untuk melindungi populasi ikan lokal.
Ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap kemudian dikumpulkan, ditimbang, dimatikan, dan dikubur sebagai metode pemusnahan.
Metode pemusnahan tersebut merupakan rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta.
Upaya Berkelanjutan dan Partisipasi Warga
Pemerintah menyatakan kegiatan serupa akan dilakukan di seluruh kecamatan di Jakarta Timur meski saat ini masih difokuskan di Waduk Kaja yang berada di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas.
"Kami mengajak masyarakat yang ingin membantu proses penangkapan ikan sapu-sapu agar bisa dilakukan di wilayahnya masing-masing," ujarnya.
Partisipasi masyarakat dinilai penting dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan dan mengendalikan penyebaran ikan invasif.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga ekosistem waduk tetap sehat dan seimbang sebagai bagian dari fungsi ekologis.
Selain penangkapan ikan, pemerintah juga menjalankan kegiatan rutin "Jumat Menanam" di kawasan waduk tersebut.
Waduk Kaja sendiri merupakan infrastruktur sumber daya air yang baru dibangun oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur.
Waduk ini dimanfaatkan sebagai pengendali banjir sekaligus ruang ekologis berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
- Penulis :
- Shila Glorya








