
Pantau - Psikolog Klinis Remaja dan Dewasa Nena Mawar Sari membagikan kiat agar orang tua dapat meregulasi emosi dengan baik saat menghadapi anak.
Regulasi Emosi Orang Tua Saat Puasa
Nena menjelaskan bahwa kondisi lapar, marah, kesepian, dan lelah membuat emosi mudah terpancing, ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satu cara mengatasinya adalah dengan berjeda dan menyadari bentuk emosi yang sedang dialami, ungkapnya.
Kondisi emosi orang tua bisa dipicu faktor yang disingkat HALT, yaitu hungry, angry, lonely, tired, ungkapnya.
Saat berpuasa, gula darah cenderung menurun sehingga tubuh merasa lemas, sehingga orang tua perlu menahan emosi sambil tetap mengurus aktivitas rumah tangga, ungkapnya.
Dengan menyadari kondisi yang dialami, orang tua diharapkan mengambil jeda agar tidak melakukan tindakan impulsif yang akan disesali, ungkapnya.
Contohnya, orang tua bisa mengatakan kepada anak "mama sedang capek, bisa nggak kita ngobrolnya nanti" atau menunda interaksi sampai istirahat, ungkapnya.
Dukungan Keluarga dan Pembagian Peran
Dukungan emosional dan berbagi peran dalam keluarga sangat penting agar pengasuhan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, ungkapnya.
Berbincang dengan pasangan membantu mengurangi hambatan, menyelesaikan persoalan, dan membahas ketidakseimbangan peran dalam rumah tangga, ungkapnya.
Setiap anggota keluarga hendaknya memiliki peran yang sama dan setara sesuai kapasitas masing-masing, ungkapnya.
Kesadaran akan regulasi emosi membantu orang tua menjalankan peran dengan maksimal dan mencegah tindakan impulsif selama puasa, ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







