Pantau Flash
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan
Menteri Edhy: Perizinan Kapal Tangkap Ikan Akan Selesai 1 Jam
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor

Bamsoet Usai Mundur dari Caketum Golkar, Legawa Sekaligus Berat

Bamsoet Usai Mundur dari Caketum Golkar, Legawa Sekaligus Berat Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Foto: Antara/Zuhdiar Laeis)

Pantau.com - Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengaku legawa dengan keputusannya mundur dari pencalonan ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024.

"Berat bagi saya untuk ngambil. Tetapi, demi persatuan dan kesatuan Partai Golkar, saya ambil keputusan pahit ini," katanya, saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Presiden Jokowi Hadiri Pembukaan Munas Partai Golkar

Sosok yang akrab disapa Bamsoet itu menyebutkan setidaknya ada empat faktor yang mendasari keputusannya untuk mundur dari pencalonan ketua umum Partai Golkar.

Pertama, kata dia, mencermati perkembangan situasi Partai Golkar menjelang musyawarah nasional (munas) yang semakin memanas dan jika dipaksakan berpotensi mengakibatkan perpecahan.

Kedua, Bamsoet perlunya situasi politik yang kondusif untuk menjaga situasi nasional dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dari berbagai ancaman global.

"Ketiga, nasihat dari para senior, termasuk Pak Yapto (Ketua Umum Pemuda Pancasila), Pak Pontjo (Ketua Umum FKPPI), dan Pak Bobby (Plt Ketua Umum Soksi)," ungkapnya.

Baca juga: Bambang Soesatyo Mundur dari Pencalonan Ketua Umum Golkar

Keempat, kata dia, adanya semangat rekonsilasi yang telah disepakati bersama antara tim Bamsoet dan Airlangga Hartarto sehingga tercipta suasana teduh dalam munas.

"Inilah pengorbanan saya untuk menjaga keutuhan kita, dan menjaga komitmen partai Golkar terhadap negara terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin," ucapnya.

Ditanya kelegawaannya atas keputusan itu, Bamsoet menjawab, "Tentu,".

"Mulai hari ini, tidak ada lagi kubu pro-Bamsoet, kubu pro-AH (Airlangga Hartarto). Yang ada pro-Golkar, kubu pro-Indonesia Maju," ujarnya menegaskan.

Sebagaimana diwartakan, Partai Golkar akan menggelar munas yang berlangsung pada 3-5 Desember 2019, salah satu agendanya adalah memilih Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: