Forgot Password Register

Di Tengah Sanksi AS, Iran Sesumbar akan Tetap Menjual Minyaknya

Di Tengah Sanksi AS, Iran Sesumbar akan Tetap Menjual Minyaknya Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: Reuters/Brendan Mcdermid)

Pantau.com - Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji akan melangkahi sanksi yang baru diberlakukan lagi oleh AS terhadap negara yang kaya akan minyak itu, demikian laporan kantor berita Mehr pada Senin (5 November 2018).

"Republik Islam Iran dapat dan akan menjual minyaknya," kata Rouhani, seperti dikutip Mehr, selama pertemuan dengan para pejabat Kementerian Ekonomi Iran.

Ia mengatakan, Washington kini semakin terisolasi setelah penarikan dirinya pada Mei dari Kesepakatan Nuklir 2015 dengan Teheran.

"Hampir semua negara di dunia, kecuali beberapa negara, mendukung kita dalam menghadapi Amerika Serikat, dan itu merupakan kemenangan diplomasi kita," kata Rouhani, sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu.

Baca juga: Israel: Sanksi AS Merupakan Pukulan Besar untuk Iran

Pada Senin, pemerintah AS memberlakukan kembali semua sanksi yang dicabut atas Iran, setelah Kesepakatan Nuklir 2015 dengan Teheran. Semua sanksi tersebut ditujukan ke ekspor minyak Iran, sektor pelayaran dan bank, semuanya bagian inti dari ekonomi Iran.

"Dengan persatuan dan bantuan rakyat, kita harus membuat pemerintah Amerika mengerti mereka tak bisa berbicara dengan bangsa besar Iran dengan bahasa tekanan dan sanksi. Mereka harus dihukum," kata Rouhani.

"Apa yang dilakukan Amerika hari ini menggunakan tekanan semata-mata terhadap rakyat. Hari ini, kita bukan hanya satu-satunya yang marah terhadap kebijakan AS, bahkan pemerintah dan perusahaan Eropa marah terhadap mereka," ia menambahkan.

"Saya telah memberitahu para pemimpin, kita dengan bangga akan menerobos sanksi AS sekali ini," kata Rouhani. 

Berdasarkan Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, semua negara di dunia berkewajiban untuk mengambil sikap yang menentang AS. Para pejabat AS mengatakan, mereka berusaha mengubah perilaku Iran dengan sanksi, dan telah merilis daftar 12 tuntutan untuk dipenuhi Iran dan sebagai imbalan bagi pencabutan kembali hukuman ekonomi itu.

Baca juga: Mulai Gerah dengan Sanksi Konyol AS, Iran Pasang Sikap Masa Bodoh

AS berharap bisa mengurangi ekspor minyak Iran sampai lebih dari satu juta barel bahkan sebelum sanksi ekonomi pada Senin. AS telah lama memperingatkan Iran mengenai sanksi tersebut.

Semua pihak yang menandatangani, yakni China, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Iran, Rusia, dan Inggris, tetap berpegang pada kesepakatan nuklir itu meski AS memutuskan untuk keluar.

Kesepakatan itu memberi Iran kelonggaran yang bernilai miliaran dolar AS dari sanksi internasional, sebagai imbalan bagi pengekangan luas dan pemeriksaan atas program nuklirnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More