Pantau Flash
Resmi! Jokowi-Ma'ruf Jadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Marquez Juara GP Jepang, Honda Raih Gelar Konstruktor MotoGP 2019
Presiden Jokowi Janji Umumkan Nama Menteri Kabinetnya Besok
Jelang Pelantikan Presiden, Bus Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
TNI-Polri Kerahkan Armada Udara Pantau Situasi Pelantikan Presiden

Disentil Soal Data Barang Impor, Ini Jawaban Asosiasi e-Commerce

Disentil Soal Data Barang Impor, Ini Jawaban Asosiasi e-Commerce Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sempat menjadi sorotan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) karena impor barang murah dari platform jual beli online, akhirnya Ketua Bidang Ekonomi Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa anggota asosiasi telah tertib memberikan data terkait impor kepada DJBC Kementerian Keuangan.

"Kalau kaitannya dengan impor saya rasa player yang sudah melakukan impor yang juga member idEA pasti sudah memberikan datanya," kata Bima saat ditemui disebuah acara di Hotel Ritz-Carlton, menyusul wacana DJBC yang ingin meminta data transaksi dari pelaku marketplace di Tanah Air.

Baca juga: Gawat! Banyak Barang Impor Murah Masuk Indonesia Lewat e-Commerce

Menurutnya, apabila data yang diminta oleh DJBC masih berkaitan dengan kegiatan ekspor dan impor, para pelaku usaha kemungkinan tidak akan keberatan untuk memberikannya. Namun, dia tetap menyerahkan keputusan tersebut kepada pemilik usaha.

"Sepanjang itu datanya kaitan dengan impor dan ekspor, kalau memang playernya bisa memberikan saya serahkan ke masing-masing saja," kata dia.

Baca juga: Pertanyaan Netizen di Akun Twitter Garuda Ini Buat Pembaca Ngakak

Bima berharap DJBC dapat menjelaskan lebih spesifik terkait detail data transaksi yang diminta. Dia mengaku hingga saat ini belum menjalin pertemuan dengan DJBC untuk membahas hal tersebut.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan berencana memanggil pelaku e-commerce dan pemain retail baik platform dari dalam maupun luar negeri. Pemanggilan itu dilakukan untuk membahas aturan soal impor produk.

DJBC ingin ada kesetaraan level persaingan antara pelaku e-commerce dengan retail offline. Data transaksi diperlukan sebagai kontrol pemerintah mengawasi barang impor yang masuk ke dalam negeri.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: