Pantau Flash
Tottenham Tunjuk Mourinho Gantikan Pochettino
Dishub Jaktim Berlakukan OTT Mobil dan Motor yang Masuk Jalur Sepeda
10 Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Hebat di Australia
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Meksiko
Harga Minyak Tersungkur di Tengah Kekhawatiran Global Semakin Meningkat

Diwacanakan Maju Lagi Pilpres 2024, Harga Jual Prabowo Dinilai Rendah

Diwacanakan Maju Lagi Pilpres 2024, Harga Jual Prabowo Dinilai Rendah Menhan Prabowo Subianto (Foto: Antara)

Pantau.com - Peluang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada pilpres 2024 dinilai pada titik terendah. Menurut Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang, kondisi itu disebabkan karena Prabowo sudah masuk dalam gerbong PDI Perjuangan, tidak lebih dari perilaku politik bunglon

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan fenomena politik nasional akhir-akhir ini, dimana mulai ada rancangan untuk Pilpres 2024, dan bagaimana dengan posisi Prabowo.

Pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin belum berlangsung lama. Namun, perubahan konstelasi politik di level nasional kini berubah begitu cepat. Beberapa politisi bahkan sudah mulai merancang pasangan untuk Pilpres 2024 kelak.

Baca juga: Prabowo Duet dengan Puan untuk Pilpres 2024? Ini Kata Pengamat

Bahkan kalangan politisi telah mewacanakan mantan rival Jokowi di dua kali pilpres Prabowo Subianto berpasangan dengan Puan Maharani.

"Menurut saya, Prabowo yang hari ini sudah masuk dalam gerbong PDI Perjuangan tidak lebih dari perilaku politik bunglon. Di sini Prabowo memiliki cacat politik secara permanen, sehingga harga jual untuk Pilpres 2024 berada pada posisi terendah," katanya.

Mengenai politik Islam dia mengatakan, setelah Prabowo Subianto masuk dalam gerbong PDI Perjuangan, maka peluang politik Islam lebih solit jika figur yang didorong adalah Anies Baswedan.

Karena itu, masuknya NasDem justru memperkuat dukungan terhadap Anies, yang bukan saja dari partai Islam modernis namun dari partai nasionalis seperti NasDem, katanya.

Baca juga: Anies Baswedan Akan Buka Kongres II NasDem, Sinyal 2024 Makin Terlihat?

Dia mengatakan, NasDem akan memperlebar sayap politik dengan merangkul partai lain bergabung setelah pertemuan petinggi NasDem-PKS dan meninggalkan PDI Perjuangan dan Gerindra.

Paling tidak, selain PKS, masih ada PAN dan Demokrat yang kemungkinan besar menjadi gerbong Nasdem selanjutnya untuk mengusung Anies Baswedan, katanya.

Selain itu, NasDem juga akan memperkuat dukungan non partai seperti NU yang secara psikologis ditinggalkan oleh PDIP dan Jokowi. "NU tidak mendapatkan peran signifikan dalam pemerintahan Jokowi, dan ini akan menjadi pintu masuk bagi NasDem untuk melakukan komunikasi politik, katanya menjelaskan. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: