
Pantau.com - Pemilik sebuah toko senjata Selandia Baru mengatakan, pria yang didakwa dalam pembunuhan di kota Christchurch membeli senapan dan amunisi secara online.
"Saya telah memberi tahu polisi bahwa Gun City menjual empat senjata api dan amunisi Kategori A kepada Brenton Tarrant. Semua penjualan Gun City kepada Brenton ini mengikuti proses pemesanan melalui pos yang diverifikasi polisi secara online," ujar David Tipple dari Gun City Limited dikutip Reuters, yang dilansir dari Sputnik, Senin (18/3/2019).
Baca juga: Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Ditinggal Pengacaranya
Penembakan di dua masjid Christchurch Selandia Baru pada hari Jumat lalu, menyebabkan 50 tewas. Termasuk anak-anak berusia 2 tahun. 50 orang juga dilaporkan terlukan akibat insiden tersebut.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut penembakan itu sebagai aksi terorisme. Ia menyatakan, aksi kekerasan tersebut adalabh sesuatu yang paling kelam pernah menimpa Selandia Baru.
Baca juga: Polisi Geledah Rumah Keluarga Brenton Tarrant di Australia
Brenton Tarrant didakwa melakukan pembunuhan segera setelah serangan itu. Pada hari Sabtu, pengadilan Selandia Baru memerintahkan agar ia tetap ditahan sampai 5 April. Tarrant sendiri adalah warga Australia berusia 28 tahun. Aksinya semakin terlihat biadab ketika ia melakukan penembakan tersebut secara langsung di sosial media facebook.
Menurut Bush, setelah penembakan itu, polisi juga menahan seorang pria dan seorang wanita setelah senjata api ditemukan di mobil mereka. Namun, wanita tersebut akhirnya dibebaskan lantaran tak cukup bukti.
- Penulis :
- Widji Ananta






