Pantau Flash
Aldila Raih Emas Pertamanya di SEA Games 2019
Jalan Yos Sudarso Surabaya Kembali Bisa Dilalui Pejalan Kaki pada 2020
Presiden Jokowi Akan Resmikan Tol Kunciran-Serpong Siang Ini
Retno dan Prabowo Sambut Menhan-Menlu Australia di Bali
Sri Mulyani Klaim Negara Rugi Rp1,5 Miliar Akibat Ulah Eks Dirut Garuda

Joko Driyono Divonis Penjara, Anak Menangis di Pengadilan

Headline
Joko Driyono Divonis Penjara, Anak Menangis di Pengadilan Anak Joko Driyono menangis (Foto: Antara/Pamela Sakina)

Pantau.com - Istri dan anak terdakwa kasus penghilangan dan perusakan barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor sepak bola, Joko Driyono (Jokdri) menangis saat mendengar vonis yang dijatuhkan kepada sang ayah.

Seperti diberitakan sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Jokdri dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara, pada Selasa (23/7/2019).

Istri Jokdri terlihat beberapa kali mengusap punggung anak laki-lakinya yang sedang mengusap air matanya saat duduk di dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca juga: Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara

Selain itu, pengganti Jokdri sebagai Plt Ketua Umum PSSI Gusti Randa juga terlihat menghadiri sidang.Gusti menemui istri dan merangkul anak Jokdri setelah sidang ditutup dan melakukan sedikit perbincangan.

“Tadi saya ketemu dengan Ibu (istri Jokdri) tentu sebagai kolega kami menguatkan mental kepada anak-anaknya. Tidak lebih dari itu,” ujar Gusti.

Setelah berbincang dengan Gusti, istri dan anak Jokdri bergegas keluar menuju kendaraan pribadinya dan enggan menjawab pertanyaan awak media.

Vonis hakim sebenarnya lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Jokdri sebelumnya, yakni dua tahun enam bulan penjara.

Baca juga: Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor

Hakim Ketua Kartim Haeruddin mengatakan vonis lebih rendah karena beberapa pertimbangan, yaitu terdakwa bersikap sopan dan mengakui kesalahannya selama persidangan, terdakwa dianggap telah berjasa pada dunia sepak bola serta perbuatan yang dilakukan terdakwa tersebut tidak terkait dengan tindakan pengaturan skor pada pertandingan.

Kartim mengatakan keputusan itu masih belum inkrah. Dia memberi waktu tujuh hari kepada JPU dan terdakwa untuk mempertimbangkan keputusan tersebut.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: