Pantau Flash
Harga Emas Jatuh Dipicu Kuatnya Dolar AS
Menko Kemaritiman dan Investasi Dukung Ekspor Benih Lobster
Marcus/Kevin Perpanjang Rekor Buruk Jumpa Endo/Watanabe
10 Tempat Kerja Terbaik di Singapura, Google Nomor 1
Iwan Bule Sebut Penggawa Timnas U-22 Bisa Bela Tim Senior

Jokowi-JK Kumpulkan Menteri dalam Ratas Soal Biodiesel Tekan Impor Minyak

Headline
Jokowi-JK Kumpulkan Menteri dalam Ratas Soal Biodiesel Tekan Impor Minyak Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas bertopik Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin (12/8/2019). (Foto: Antara/Bayu Prasetyo)

Pantau.com - Pemerintah dalam rapat terbatas membahas evaluasi pelaksanaan penggunaan biodiesel, sebagai salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak.

"Kita ingin lebih cepat dan mulai dari B20 ini, kita ingin mengurangi ketergantungan kepada energi fosil dan juga yang paling penting kita ingin mengurangi impor minyak kita," kata Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaan rapat terbatas bertopik Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel di Kantor Presiden, Jakarta pada Senin (12/8/2019).

Baca juga: Biodiesel 'Disenggol', Pemerintah Indonesia Sebut Eropa Takut Tersaingi

Menurut Presiden, jika penerapan B20 secara konsisten dijalankan, maka negara dapat menghemat anggaran sekitar 5,5 miliar dolar AS per tahun atas impor bahan bakar minyak.

Selain itu, penerapan penggunaan B20 juga dapat menciptakan permintaan domestik terhadap produk minyak sawit yang sangat besar. Hal itu akan memberikan dampak turunan terhadap petani dan pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.

"Karena tekanan terhadap kelapa sawit kita betul-betul saya kira perlu diantisipasi dari dalam negeri sehingga benar-benar kita memiliki sebuah 'bargaining position' yang baik, baik terhadap Uni Eropa maupun terhadap negara-negara lain yag mencoba untuk membuat 'bargaining position' kita lemah," ujar Jokowi.

Baca juga: Protes Keras Negara Atas Rencana Bea Masuk Biodiesel Tanah Air ke Uni Eropa

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga turut dalam rapat yang dilaksanakan pada pukul 15:15 WIB itu.

Sejumlah pejabat yang turut dalam rapat tersebut antara lain Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: