Pantau Flash
Alex Marquez Resmi Bergabung dengan Sang Kakak di Repsol Honda
DPRD DKI: Anies Tak Pernah Berjanji Jika Tidak Lakukan Penggusuran
Menteri BUMN Pangkas Deputi Kementerian Jadi 3
Marquez Persembahkan Treble Crown untuk Lorenzo
Sesmenpora: Tidak Mungkin Indonesia Juara Umum Sea Games

Kata KLHK, Kebakaran di Australia Picu Kebakaran di Kalimantan

Kata KLHK, Kebakaran di Australia Picu Kebakaran di Kalimantan Helikopter milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Soak Batok, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (10/9/2019). (Foto: Antara/Mushaful Imam)

Pantau.com - Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ruandha Agung Sugardiman, mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Australia kemungkinan memicu terjadinya kebakaran di Kalimantan.

"Ya memang kondisinya saat ini El Nino normal tapi ini diperparah dengan adanya kebakaran di Australia yang arah anginnya sekarang itu dari tenggara menuju ke barat laut. Nah sehingga udara kering dari Malaysia itu menambah potensi terjadinya kebakaran ini," katanya kepada wartawan usai peresmian Wahana Ozon di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek), Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin (16/9/2019).

Baca Juga: Malaysia Kirim Nota Protes Soal Karthutla kepada Indonesia?

Menurutnya, dengan keadaan udara di Indonesia yang saat ini sedang kering, maka bio massa atau hutan-hutan di wilayah Tanah Air juga menjadi cukup kering. Kondisi kering tersebut akan menyebabkan hutan, gambut, dan lahan mudah terbakar, sehingga itu perlu diwaspadai.

"Nah begitu ada sedikit awal api itu akan menjadi cukup besar. Yang jadi kendala kita adalah sebagian besar lokasi-lokasi yang masih mempunyai bio massa tinggi itu adalah di areal-areal gambut. Sehingga itu yang menyebabkan asapnya semakin tebal itu, karena mempunyai partikel-partikel dari gambut ini yang cukup mengganggu kesehatan," ungkapnya.

Kendati begitu dirinya luasan areal yang terbakar pada periode Januari sampai Agustus 2019 tidak lebih luas dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Baca Juga: Polri Sebut Jumlah Tersangka Kahutla Bertambah, Ini Rinciannya

Hingga saat ini masih terdeteksi titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan, sedangkan di Kalimantan Utara mendapat asap karhutla kiriman empat provinsi tersebut di Pulau Kalimantan yang memiliki banyak titik api.

Dampak dari sebaran asap karhutla tersebut berpotensi buruk dari kesehatan dan berbahaya bagi keselamatan jasa transportasi darat, laut, dan udara karena bisa mengurangi jarak pandang menjadi hanya 1,5 kilometer.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional