Pantau Flash
Vettel Akui Mercedes Begitu Sempurna Musim Ini
MPR Pastikan Megawati dan SBY Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
KontraS Nilai Hukuman Mati Sudah Tak Relevan di Indonesia
Anies Baswedan Klaim Rumah DP Rp0 Laris Manis
Dibenamkan Vietnam 1-3, Suporter Indonesia Lakukan Unjuk Rasa

Kivlan Zen Merasa Difitnah, Polri: Silakan, Itu Hak Konstitusional

Kivlan Zen Merasa Difitnah, Polri: Silakan, Itu Hak Konstitusional Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen berjalan dengan kawalan petugas kepolisian seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/6/2019). (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Pantau.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut anggapan Kivlan Zen bahwa dirinya merasa difitnah setelah menjalani konfrontasi di Mapolda Metro Jaya, adalah hak konstitusional.

"Itu merupakan hak konstitusional dari yang bersangkutan dalam pemeriksaan. Silakan saja," ujar Brigjen Dedi di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Ia menjamin pihak kepolisian tetap profesional selama proses penyidikan dengan berpegang teguh pada Pasal 184 KUHP yang mengatur tentang alat bukti. Dalam proses penyidikan, Dedi menyebutkan pihak penyidik tidak hanya menggali keterangan dari tersangka Kivlan Zen dan Habil Marati. "Polri juga menggali alat bukti-bukti yang lain. Baik berupa keterangan saksi, kemudian keterangan saksi ahli, kemudian bukti petunjuk dan surat," ujar Dedi.

Kivlan diperiksa pada Selasa, 18 Juni, pukul 16.55 WIB dan baru selesai pada Rabu pukul 00.15 WIB.

Baca juga: Usai Konfrontasi dengan Habil Marati, Kivlan Zen: Saya Difitnah!

Penyidik mengkonfrontasi Kivlan bersama tersangka dugaan perencanaan pembunuhan tokoh nasional, Habil Marati dan saksi lainnya yakni Iwan, Aziz, dan Fifi. Mereka dikonfrontasi terkait aliran dana dalam kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Kivlan mengaku dirinya difitnah oleh para saksi yang menyebut Kivlan memberikan uang sebesar SDG15.000 ke Iwan untuk membeli senjata api ilegal. Kivlan menegaskan jika dirinya difitnah dalam kasus itu.

Sebelumnya, polisi menyampaikan bahwa Habil Marati memberikan uang SDG15.000 kepada Kivlan Zen dan Iwan. Uang tersebut merupakan dana operasional untuk mencari eksekutor dengan target empat tokoh nasional. 

Baca juga: Masa Penahanan Kivlan Zen Diperpanjang 40 Hari

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: