Forgot Password Register

Resolusi AS 'Karam' di Sidang Umum PBB, Palestina Pantas Bersorak

Resolusi AS 'Karam' di Sidang Umum PBB, Palestina Pantas Bersorak Warga tengah mengangkat bendera Palestina. (Foto: Reuters/Ammar Awad)

Pantau.com - Semua kelompok politik dan faksi Palestina memuji kegagalan pemungutan suara di PBB untuk mensahkan rancangan resolusi Amerika Serikat yang mengutuk serangan Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) ke Israel.

Sami Abu Zuhri, Juru Bicara HAMAS, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa kegagalan rancangan resolusi AS di PBB adalah tamparan buat pemerintah AS.

"Kegagalan ini adalah penegasan mengenai keabsahan perlawanan Palestina dan dukungan politik yang sangat besar buat rakyat Palestina dan keadilan buat masalah Palestina," kata Abu Zuhri, sebagaimana dikutip Xinhua, Jumat (7/12/2018).

Pada Kamis malam, 87 negara anggota Sidang Umum PBB memberi suara yang mendukung rancangan resolusi tersebut, yang berarti kurang dari mayoritas dua-pertiga suara yang diperlukan untuk mensahkan rancangan resolusi itu, sementara 57 menentang dan 33 negara abstein.

Baca juga: Palestina Kecam Mahkamah Pidana Internasional karena 'Lelet' Periksa Israel

Presiden SU PBB mengumumkan bahwa karena jumlah suara tidak mencapai dua-pertiga dari semua suara negara anggota, rancangan resolusi tersebut telah gagal disahkan.

Anggota Biro Politik Front Demokratik, Talal Abu Zafira, mengatakan di dalam pernyataan lain bahwa kegagalan ini adalah kemenangan bagi keadilan internasional.

Walaupun Pemerintah Otonomi Nasional Palestina dan Faksi Fatah, pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, adalah pesaing HAMAS, faksi itu juga menentang rancangan resolusi AS tersebut.

Juru Bicara Fatah di Tepi Barat Sungai Jordan, Munir Al-Jaghoub, mengatakan, keputusan AS untuk mengkriminalisasi perjuangan Palestina tidak mendapat pengesahan.

Baca juga: Kata Peraih Nobel 2018 Soal Perang Palestina-Israel yang Tak Kunjung Usai

Presiden Palestina mendesak negara anggota Sidang Umum (SU) PBB agar tidak memberi suara buat rancangan resolusi AS terhadap Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS).

Presiden Palestina menegaskan bahwa Pemerintah Palestina telah mengadakan kontak dengan pemerintah di dunia termasuk anggota blok Arab dan Islam di PBB untuk menggagalkan rancangan resolusi AS tersebut, demikian laporan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Pemerintah Palestina telah memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel ke Jerusalem dan mengumumkan kota suci yang menjadi sengketa itu sebagai ibu kota Israel.

Rakyat Palestina menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara merdeka masa depan mereka, tapi Israel --yang mencaplok Jerusalem Timur dalam Perang 1967, pada 1980 mengumumkan kota suci tiga agama langit tersebut sebagai ibu kotanya, tindakan yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More