Pantau Flash
BWF World Tour Finals 2019: Ginting Raih Runner-up
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019
Industri Fintech Lending Diharapkan Makin Sehat Tahun Depan
Menteri Pendidikan Malaysia Apresiasi Langkah Nadiem yang Hapus UN

Sawit Jadi Pendukung Ketersediaan Energi Nasional, Untuk Apa Saja?

Headline
Sawit Jadi Pendukung Ketersediaan Energi Nasional, Untuk Apa Saja? Hasil ujicoba avtur dan diesel sawit (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) Tungkot Sipayung meyakini sawit bisa menjadi penyokong ketersediaan energi di tanah air seiring dengan semakin menurunnya produksi minyak dan gas bumi.

"Bahan baku tersedia, teknologi telah kita kuasai baik di hulu maupun di hilir. Saya yakin sawit bisa menjadikan Indonesia mandiri energi," ujarnya di Jakarta, Jumat.

Dikatakannya, Institut Teknologi Bandung (ITB) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan PT Pertamina (Persero) telah melakukan riset yang hasilnya CPO bisa diubah menjadi green diesel, green gasoline dan green avtur.

"Bahkan green avtur yang dihasilkan bisa tahan tidak beku di suhu di bawah -120 derajat celcius. Jadi sangat aman untuk bahan bakar pesawat terbang," jelasnya.

Baca juga: Tak Dipungkiri, Sawit Adalah Pengerak Ekonomi Daerah

Menurut Tungkot, CPO merupakan bahan baku biodiesel paling kompetitif jika dibandingkan dengan minyak nabati lain, misalnya minyak kedelai (soybean), minyak rapeseed, minyak bunga matahari (sunflower).

Hal itu, tambahnya, disebabkan tanaman kelapa sawit lebih produktif jika dibandingkan dengan kedelai, rapeseed maupun tanaman bunga matahari.

Tungkot menjelaskan sawit bisa dijadikan berbagai macam produk energi. Di mana dalam pengembangannya terbagi menjadi tiga generasi. Generasi pertama yakni CPO atau minyak inti sawit mentah (crude palm kernel oil/CPKO) bisa dibuat menjadi biodiesel, green diesel, green gasoline, green avtur, biogas dan biolistrik.

Sementara itu generasi kedua, biomassa kelapa sawit bisa diubah menjadi bioetanol dan biolistrik. Dan pengembangan generasi ketiga yakni limbah pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent (POME) bisa menghasilkan biodiesel, biogas, biodiesel alga, dan biolistrik.

Sementara itu Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Gusti Hardiansyah menyatakan, sawit bisa meningkatkan elektrifikasi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) karena provinsi tersebut merupakan penghasil sawit yang bisa dijadikan biofuel sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun biomassa.

Menurut dia, pembangkit listrik biomassa ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan elektrifikasi, terutama di desa-desa sekitar kebun sawit.

"Biomassa dihasilkan dari tangkos, cangkang, pelepah, dan batang sawit. Kami sudah melakukan penelitian dan berhasil," katanya.

Baca juga: Uni Eropa Tampik Tudingan Kampanye Hitam Sawit Indonesia

Diketahui, total luas kebun sawit di Kalbar sebanyak 1.455.182 hektare (ha) atau berada di urutan ketiga secara nasional di bawah Provinsi Riau seluas 2.430.508 ha dan Sumatera Utara (Sumut) 1.445.725 ha.

Kalbar memiliki 70 pabrik kelapa sawit (PKS) dengan total produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO tiap tahunnya sekitar 3,396 juta ton, provinsi tersebut memberikan kontribusi sekitar 10 persen dari total produksi CPO nasional.

Ketika menjadi pembicara di Seminar ‘Pengembangan Industri Kelapa Sawit Menuju Kemandirian Energi’ di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (11/9) dia mengatakan, dari total produksi CPO tersebut potensi biomassa di Kalbar sangat melimpah namun belum digarap secara optimal karena belum adanya hilirisasi produk turunan.

Dia menghitung dari total kebun sawit di Pulau Kalimantan sebanyak 3.471.843 ha bisa menghasilkan biomassa sekitar 396 MW dan biogas sekitar 198 MW. Karena itu, Hardiansyah optimistis jika semua itu bisa dioptimalkan, maka tidak akan ada lagi desa di Kalbar yang tidak teraliri listrik.

Sementara itu Gubernur Kalbar Sutarmidji mendukung sawit sebagai energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, terutama listrik dan sarana peningkatan keahlian tenaga kerja di Kalbar.

Karena itu, dia mengajak pengusaha perkebunan kelapa sawit untuk membangun gedung lembaga sertifikasi tenaga kerja.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: