Pantau Flash
Anies Baswedan hingga James Riady Masuk Jadi Anggota Satgas Omnibus Law
Jokowi Ingin Turunkan Angka Stunting di Indonesia Jadi 14 Persen
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan

Tak Boleh Ada Monopoli Pertamina, Luhut Tegaskan Harga Avtur Wajib Turun

Headline
Tak Boleh Ada Monopoli Pertamina, Luhut Tegaskan Harga Avtur Wajib Turun Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan. (Foto: ANT)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan harga avtur harus turun dan tidak ada monopoli yang dilakukan oleh Pertamina.

“Soal masalah avtur, harga avtur harus turun enggak boleh ada monopoli Pertamina,” kata Luhut usai memberikan sambutan pada Rapat Kerja Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Untuk itu, Ia akan mengundang operator avtur lainnya, selain Pertamina untuk menciptakan harga menjadi lebih kompetitif. “Nanti kita lihat. Paling tidak dua lah, jangan satu, jangan monopoli di mana-mana monopoli ndak bagus,” ujarnya.

Menurutnya, banyak perusahaan baik nasional maupun asing yang menawarkan untuk menjadi penyedia avtur. “Orang rebutan, banyak yang mau. Tinggal nanti Kementerian Perhubungan seleksi mana kira-kira yang memenuhi standar kita juga,” paparnya.

Baca juga: Pertamina Jamin Stok Avtur untuk Helikopter Pembom Air di Sumatera

Luhut mengatakan dengan adanya persaingan sehat, maka akan tercipta harga yang terjangkau yang mendukung efisiensi biaya.

“Kita sudah minta, semua harus efisiensi, biaya ini ujungnya efisiensi. Kenapa orang lain bisa lebih murah dari kita? Pasti ada yang salah. Orang lain enggak punya minyak, udara saja impor, kok bisa lebih murah dari kita. Tentu ada yang salah. Sekarang oleh perhubungan, oleh kami semua akan diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan pihaknya akan koordinasi dengan Kementerian BUMN dan Pertamina terkait penyeimbangan (rebalancing) harga avtur.

“Ada kegiatan khusus untuk angkutan udara. Ada tarif yang lebih terjangkau bisa dipenuhi apabila avtur lebih murah. Kami akan rapat dengan Kementerian BUMN dan Pertamina untuk rebalancing harga avtur,” kata Menhub.

Baca juga: Buntut Sepinya Penumpang Pesawat ke Konsumsi Avtur

Dia menyebutkan saat ini harga avtur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, lebih tinggi 25 persen dari harga avtur di Singapura. Karena itu, ia menginginkan adanya penyeimbangan harga, setidaknya selisihnya 15 persen dari harga avtur di Singapura.

“Bisa saja Jakarta lebih murah. Nanti dikatakan Jakarta bedanya 25 persen dari Singapura. Nanti bisa saja kita turunkan bedanya hanya 15-20 persen,” katanya.

Selain itu, Menhub akan menentukan sejumlah titik yang menjadi patokan harga avtur, di antaranya Bali, Kupang, Makassar, Jayapura, Palembang, Ambon, dan lainnya.

“Agar harganya tidak tinggi, sehingga pesawat-pesawat itu bisa menggunakan avtur-avtur yang ada di titik-titik itu,” tuntasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: