HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Terus Pantau Kapal VLCC Pertamina Pride yang Masih Tertahan di Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pertamina Terus Pantau Kapal VLCC Pertamina Pride yang Masih Tertahan di Selat Hormuz
Foto: (Sumber :Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (26/6/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira).)

Pantau - PT Pertamina (Persero) memastikan terus memantau secara intensif perkembangan kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride yang masih berada di kawasan Selat Hormuz di tengah situasi geopolitik yang berkembang.

Pemantauan Dilakukan Secara Real-Time

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengatakan pemantauan terhadap kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilakukan secara real-time dengan mempertimbangkan perkembangan risiko dan rekomendasi internasional.

Ia mengungkapkan, "Sementara untuk armada lain seperti VLCC Pertamina Pride di Teluk Arab, saat ini sedang dalam persiapan bergerak dengan terus mengevaluasi perkembangan risiko serta rekomendasi internasional."

Berdasarkan informasi dari PT PIS, Kapal VLCC Pertamina Pride masih berada dalam tahap persiapan untuk bergerak dengan memperhatikan kondisi keamanan, lalu lintas pelayaran, tingkat kepadatan, serta berbagai risiko lainnya.

Iriawan menambahkan tim crisis center PT PIS terus memantau situasi selama 24 jam dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran.

Ia mengungkapkan, "Semoga kapal VLCC Pertamina Pride juga bisa segera bisa lepas dan bisa datang ke Indonesia."

Kapal Gamsunoro Berhasil Melintasi Selat Hormuz

Di sisi lain, Iriawan memastikan Kapal Gamsunoro telah berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu (24/6) waktu setempat dan mencapai titik aman.

Ia mengungkapkan, "Alhamdulillah, Gamsunoro sudah lepas dari Selat Hormuz. Sudah kami lihat, sudah keluar, dan telah mencapai titik aman."

PT PIS menjelaskan Kapal Gamsunoro memulai perjalanan dari Teluk Arab pada Rabu (24/6) pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB dengan kecepatan 7,5 knot.

Kapal tersebut tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau 16.00 WIB dan empat jam kemudian dinyatakan berhasil melintasi jalur tersebut hingga mencapai titik aman.

Pertamina menilai keberhasilan pelayaran Gamsunoro menjadi bagian dari upaya menjaga kelangsungan operasional distribusi energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Penulis :
Ahmad Yusuf