HOME  ⁄  Geopolitik

Iran dan Oman Capai Kesepahaman Awal untuk Pembukaan Kembali Selat Hormuz Selama 60 Hari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran dan Oman Capai Kesepahaman Awal untuk Pembukaan Kembali Selat Hormuz Selama 60 Hari
Foto: (Sumber :Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, Sabtu (20/6/2026). ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa..)

Pantau - Iran dan Oman mencapai kesepahaman mengenai kerangka awal kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz selama 60 hari guna memulihkan pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.

Kesepahaman Masih Menunggu Persetujuan Iran

Kesepahaman itu dilaporkan oleh Al Hadath dan Al Arabiya pada Kamis (6/8) dengan mengutip sejumlah sumber pejabat tinggi.

Menurut sumber tersebut, kesepakatan masih memerlukan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan kemungkinan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Dalam skema yang disiapkan, kapal yang memasuki Selat Hormuz akan menggunakan jalur yang lebih dekat ke wilayah Iran, sedangkan kapal yang keluar akan melintasi jalur yang lebih dekat ke Oman.

Sumber tersebut juga menyebutkan tidak akan ada biaya transit maupun biaya layanan yang dikenakan kepada kapal yang melintasi jalur tersebut.

Pihak-pihak regional juga disebut dapat berpartisipasi dalam proses pembersihan ranjau serta prosedur teknis lainnya.

Pembukaan Jalur Dikaitkan dengan Nota Kesepahaman Iran-AS

Setelah kesepakatan disetujui, Amerika Serikat dan Iran disebut akan kembali pada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang telah disepakati sebelumnya, termasuk mengaktifkan Paragraf 5 mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan jaminan keselamatan pelayaran kapal niaga.

Sumber tersebut juga menyatakan bahwa kontak tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat melalui mediator masih berlangsung dan telah memasuki tahap akhir perundingan.

Iran memperketat kendali atas Selat Hormuz sejak 28 Februari dengan melarang kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat melintas secara aman setelah serangan gabungan kedua negara terhadap wilayah Iran.

Pada Juni lalu, Iran dan Amerika Serikat menandatangani MoU mengenai penghentian perang di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon.

Kedua pihak dijadwalkan melanjutkan perundingan selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan final, namun eskalasi terbaru di kawasan membuat kelanjutan proses tersebut masih belum pasti.

Penulis :
Aditya Yohan