Pantau Flash
Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel
Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno Bahas Amnesti Baiq Nuril Hari Ini
Cristiano Ronaldo Bebas dari Dakwaan Kasus Pemerkosaan
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan

Tiket Mudik Hampir Habis, Dirut KAI Pastikan Tak Ada Kereta Tambahan

Headline
Tiket Mudik Hampir Habis, Dirut KAI Pastikan Tak Ada Kereta Tambahan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Edi Sukmoro (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Edi Sukmoro memastikan tak ada lagi tiket tambahan kereta api untuk angkutan mudik Lebaran 2019. 

"Tiket tambahan udah dijual H-60. Itu adalah 50 perjalanan kereta api dan ya totalnya sudah kita itung semuanya. Sekarang itu sekitar 247 ribu perharinya," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Pemerintah Resmi Turunkan Tarif Batas Atas Maskapai Akhiri Tiket Mahal

Edi mendambakan, meski jumlah penumpang diprediksi naik imbas dari kenaikkan tarif pesawat terbang namun kata dia, kapasitas kereta tetap terbatas.

"Kalau Kereta Api kan nggak seperti pesawat terbang. Kalau kurang dia bisa sewa dari singapur terbang kesini. Kalau kereta kan gimana ngangkutnya dari Luar Negeri. Jadi armada yang sudah dikerahkan ini udah abis," imbuhnya.

Edi memastikan jumlah yang tersedia saat ini sudah jumlah maksimum. "Jadi itulah maksimum yang kita punya," imbuhnya.

Baca juga: Intip Tips Berikut Ini Sebelum Membeli Tiket Mudik

Sebelumnya, ia mengatakan tiket yang terjual hingga saat ini mencapai 59 persen. Ketersediaan tiket untuk H-5 hingga H-1 lebaran diperkirakan sudah hampir habis, sementara untuk H-6 hingga H-10 diperkirakan masih tersedia. 

"Laporannya 59 persen. Hari ini 59 persen, tetapi itu kan berjalan terus microsticket. Kalau dibilang tiket habis itu biasanya h-1 sampai 5. 6,7,8,9,10 kemungkinan masih banyak seat," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: