Pantau Flash
Rp54 Juta dan 2.600 Dolar AS Disita KPK dari Rumdin Bupati Lampung Utara
Pasca Diserang, Raja Salman Sepakat Tambah Pasukan Militer AS
Juarai F1 GP Jepang, Bottas Antar Mercedes Kunci Gelar Juara Konstruktor
7 Paus Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Nusa Tenggara Timur
Tampil Lawan Norwegia Semalam, Sergio Ramos Pecahkan Rekor Lampaui Casillas

TKN: Kasus Rommy Tunjukkan Hukum Era Jokowi Tajam ke Atas

TKN: Kasus Rommy Tunjukkan Hukum Era Jokowi Tajam ke Atas Ketua Umum PPP Romahurmuziy. (Foto: Antara)

Pantau.com - Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima menilai langkah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy menunjukkan di era pemerintahan Joko Widodo, penegakan hukum tajam ke atas.

"Ini menunjukkan hukum di era Jokowi tajam keatas, tidak tebang pilih termasuk orang-orang di sekitar presiden," kata Aria Bima di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Aria mengatakan OTT yang menimpa Rommy tidak ada kaitan dengan TKN Jokowi-Ma'ruf khususnya terkait keuangan tim karena selama ini sangat transparan.

Baca juga: Usai Diperiksa di Polda Jatim, Rommy Dibawa ke Jakarta

Dia menilai tertangkapnya Rommy tidak akan berpengaruh terhadap langkah pemenangan TKN Jokowi-Ma'ruf di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"TKN relatif orkestrasinya sudah terbentuk dan posisi kawan PPP cukup banyak yang tentunya tugas dan tanggung jawab tidak ada yang begitu terpengaruh dengan posisi Rommy saat ini," ujarnya.

Dia menilai instrumen PPP dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf adalah orang perorang, tidak hanya partai sehingga elektabilitas figur ada pengaruhnya.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah menggelar operasi tangkap tangan terhadap Romahurmuziy.

"Betul ada giat KPK di Jawa Timur, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan KPK bertempat di Polda Jawa Timur," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta.

Baca juga: TKN Sebut OTT Romahurmuziy Bukti Pemerintah Tak Intervensi Hukum

"Statusnya akan ditentukan sesuai KUHAP setelah selesai pemeriksaan," kata dia.

Dia juga belum menyampaikan kasus apa yang menjerat Rommy.

"Tunggu konpers lanjutannya di KPK nanti malam atau besok pagi," kata dia.

KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status orang yang diamankan dalam suatu OTT.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: