Pantau Flash
Bamsoet: Ada Tiga Partai Belum Setuju Amandemen UUD Hanya untuk GBHN
Mentan SYL Bakal Isolasi Daerah yang Terjangkit Virus Hog Cholera
Ada Transaksi Bisnis 22,63 Triliun dalam Ajang ISEF 2019
Setelah Ahok, Kini Giliran Mantan Komisioner KPK Temui Erick Thohir
Indra Sjafri Coret Empat Pemain Timnas U-22

Wiranto Sebut Penyebaran Titik Api Kebakaran Hutan Alami Peningkatan

Wiranto Sebut Penyebaran Titik Api Kebakaran Hutan Alami Peningkatan Menko Polhukam Wiranto (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyatakan sebaran titik api mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Meningkatnya titik api karena gejala alam dan juga ulah manusia," kata Wiranto usai melaksanakan Rakorsus tingkat menteri tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Baca juga: Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Terus Meluas, Prediksi 225 Hektare

Secara detail, Wiranto tidak membeberkan berapa kenaikan persentase titik api tersebut. Namun, saat ini kabut asap juga cenderung menyeberang ke negara tetangga.

Akibatnya, kabut asap sudah mulai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari khususnya wilayah yang terdampak. Selain itu, jadwal penerbangan di sejumlah tempat ikut terkena imbas.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan terjadi pada medio Oktober 2019.

"Musim panas ini akan masih terus berlalu dengan puncaknya di pertengahan Oktober karena masing-masing daerah berbeda," ujar dia.

Baca juga: Malaysia Kirim Nota Protes Soal Karthutla kepada Indonesia?

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar mengatakan hingga kini pemerintah mencatat 103 korporasi di Kalimantan Barat terkena sanksi.

"15 sedang disidik oleh Polda," katanya.

Kemudian, data dari KLHK sendiri untuk wilayah Kalimantan Barat terdapat 29 perusahaan yang disegel sejak minggu ketiga Agustus hingga kemarin. Empat di antaranya merupakan milik Singapura dan Malaysia.

"Saat ini empat korporasi sedang dalam proses sidik," katanya.

Selain di Kalimantan Barat, pemerintah juga menyegel perusahaan di Riau yang diduga terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.

"Jadi sekarang kita intensifkan karena ternyata itu yang relatif efektif," katanya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: