Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bapanas Dukung UMKM Singkong di Bogor Lewat Bantuan Alat Produksi, Dorong Ketahanan Pangan Lokal

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bapanas Dukung UMKM Singkong di Bogor Lewat Bantuan Alat Produksi, Dorong Ketahanan Pangan Lokal
Foto: (Sumber: Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto (kanan) berdialog dengan Andi, pelaku UMKM pengolahan singkong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang mendapat bantuan mesin pengolahan singkong dari Bapanas. ANTARA/HO-Bapanas.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan bantuan alat produksi kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengolahan singkong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, guna meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Produksi Lebih Higienis, UMKM Siap Masuk Pasar Lebih Besar

Bantuan tersebut mencakup mesin parut, drum peniris/pengering dengan conveyor, drum pencuci, goblek ayakan, alat pengering (heat exchanger), dan bak penampung.

Tujuan dari bantuan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi usaha, kualitas produk, serta daya saing pelaku UMKM.

Andi, salah satu pelaku UMKM pengolahan singkong di Bogor, mengungkapkan bahwa sebelumnya proses produksi masih dilakukan secara manual dan tradisional.

"Proses pengolahan masih manual dan berisiko kontaminasi. Setelah mendapat bantuan, produksi menjadi lebih higienis dan kualitas produk lebih stabil," ungkapnya.

Bantuan ini tidak hanya meningkatkan kualitas, tetapi juga membuka peluang diversifikasi produk, termasuk pembuatan modified cassava flour (mocaf) yang memiliki pasar lebih luas.

Produk olahan singkong dari UMKM ini juga direncanakan masuk ke pasar yang lebih besar dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Bantuan ini bukan hanya alat produksi, tapi juga semangat untuk mengembangkan potensi pangan lokal," tambah Andi.

UMKM Singkong Jadi Pilar Ketahanan Pangan

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat pangan lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha.

"UMKM berperan penting dalam penganekaragaman pangan. Mereka bisa meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memperkuat ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa produk olahan singkong memiliki potensi besar sebagai alternatif pangan pokok yang sesuai kebutuhan gizi masyarakat.

Bapanas terus mendorong penguatan pangan lokal berbasis UMKM dengan dukungan teknologi, akses pasar, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan lokal yang kuat, berdaya saing, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Penulis :
Gerry Eka