
Pantau - Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Timur telah membina sebanyak 2.574 pelaku usaha kreatif di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kriya, hingga fesyen sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat.
"Kami telah membina sebanyak 2.574 pelaku usaha kreatif. Jumlah tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat," ungkap Kepala Sudin Parekraf Jakarta Timur Yayang Kustiawan.
Mayoritas pelaku usaha binaan bergerak di sektor kuliner, kriya, dan fesyen yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas usaha.
Fokus Perluas Ekosistem Ekonomi Kreatif
Selain mendampingi pelaku usaha yang sudah berjalan, Sudin Parekraf Jakarta Timur juga berupaya menjaring pelaku usaha baru agar masuk dalam program pembinaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di wilayah Jakarta Timur.
"Ke depan kami menargetkan peningkatan jumlah binaan, baik dari pelaku usaha yang sudah ada maupun pelaku usaha baru," ujar Yayang.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang luas bagi generasi muda untuk membangun usaha kreatif dengan modal yang lebih efisien dan jangkauan pasar yang lebih besar.
Yayang menilai kedekatan generasi muda dengan teknologi menjadi modal penting dalam menciptakan inovasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Sektor ekonomi kreatif merupakan sektor yang terus berkembang dan memberikan banyak kesempatan. Dengan karakter generasi muda saat ini serta perkembangan teknologi yang terus berlangsung, mereka dapat menjadi pionir dan pelaku ekonomi kreatif yang mampu memajukan perekonomian," jelasnya.
Hadapi Tantangan Permodalan dan Manajemen Usaha
Pemerintah Kota Jakarta Timur terus berupaya menyediakan ruang bagi pelaku usaha kreatif untuk berkembang melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan.
Namun, Yayang mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha, terutama terkait akses permodalan dan manajemen keuangan.
Karena itu, pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemasaran dan promosi, tetapi juga penguatan kapasitas usaha secara menyeluruh.
"Sektor ekonomi kreatif Jakarta Timur diyakini akan terus tumbuh dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk berinovasi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah," tutup Yayang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





