
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memaknai Perayaan Natal Nasional 2025 sebagai momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan sekaligus mendorong penguatan Intellectual Property atau IP lokal di Indonesia.
Kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif tersebut terlihat dalam acara Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, pada Minggu, 5 Januari 2026.
Menurut keterangan pers yang diterima dan dikonfirmasi pada Selasa, 6 Januari 2026, partisipasi pemerintah dalam perayaan ini merupakan wujud dukungan terhadap persatuan serta pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa "Natal dan Tahun Baru bukan hanya perayaan iman, tetapi juga momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan, saling menguatkan, dan membuka ruang bagi ekonomi kreatif agar tumbuh lebih berdaya yang dimulai dari daerah," ungkapnya.
Dalam rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru, Kementerian Ekonomi Kreatif melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas para pegiat ekonomi kreatif di Jakarta, Banten, Bandung, Yogyakarta, dan Surakarta.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kehadiran negara dalam mendukung pegiat ekonomi kreatif yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama masa libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 menjadi penutup rangkaian Safari Natal yang telah berlangsung sejak November 2025 dengan beragam kegiatan kebangsaan, sosial, dan keagamaan.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi seminar kebangsaan, ibadah bersama, aksi sosial, refleksi Natal, peluncuran buku Ekoteologi, Kurikulum Cinta untuk Sekolah Teologi Kristen, serta kegiatan lintas iman yang mengangkat isu kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan.
Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut menegaskan makna Natal sebagai perekat persatuan bangsa dengan menyatakan, "Perayaan ini membuktikan bangsa Indonesia bangsa yang rukun, bangsa yang harmonis, kita saling hormat menghormati saudara-saudara. Inilah Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu tujuan. Marilah kita jaga persatuan kita," ujarnya.
Puncak acara Perayaan Natal Nasional 2025 turut dimeriahkan oleh penampilan paduan suara gereja, seni pertunjukan teater Natal, serta sesi refleksi Natal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








