Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BI: Tekanan Pasar Keuangan Dunia Pengaruhi Pergerakan Rupiah Awal 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BI: Tekanan Pasar Keuangan Dunia Pengaruhi Pergerakan Rupiah Awal 2026
Foto: (Sumber: Iluatrasi - Logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp/aa..)

Pantau - Bank Indonesia menyatakan tekanan di pasar keuangan global pada awal 2026 banyak memengaruhi pergerakan mata uang dunia, termasuk rupiah yang tercatat mengalami pelemahan.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G Hutapea menjelaskan tekanan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan valuta asing domestik pada awal tahun.

Ia menyampaikan keterangan tersebut dalam pernyataan resmi Bank Indonesia di Jakarta.

Faktor Global Tekan Rupiah

Erwin G Hutapea mengungkapkan tekanan pasar keuangan global bersumber dari eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Kondisi tersebut mendorong rupiah melemah dan ditutup pada level Rp16.860 per dolar Amerika Serikat pada 13 Januari 2026.

Pelemahan tersebut setara dengan depresiasi sebesar 1,04 persen secara year to date.

Bank Indonesia menyebut pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang regional lainnya.

Won Korea tercatat melemah sebesar 2,46 persen, sedangkan peso Filipina melemah sebesar 1,04 persen.

Komitmen BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah guna mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Erwin G Hutapea, stabilitas nilai tukar tetap terjaga berkat konsistensi kebijakan stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan.

Upaya stabilisasi dilakukan melalui intervensi Non Deliverable Forward di pasar offshore kawasan Asia, Eropa, dan Amerika.

Bank Indonesia juga melakukan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, serta pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder.

Stabilitas rupiah turut didukung oleh aliran masuk modal asing, terutama ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dan pasar saham.

Secara neto, aliran masuk modal asing pada Januari 2026 tercatat mencapai Rp11,11 triliun.

Persepsi investor global terhadap Indonesia dinilai tetap positif yang tercermin dari premi risiko Credit Default Swap Indonesia tenor lima tahun di level sekitar 72 basis poin.

Ketahanan eksternal Indonesia juga dinilai tetap baik yang tercermin dari posisi cadangan devisa akhir Desember 2025 sebesar 156,5 miliar dolar Amerika Serikat.

Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor dan dinilai memadai sebagai penyangga tekanan global.

Bank Indonesia menegaskan akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar bergerak sesuai nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat.

Penulis :
Aditya Yohan