Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenperin Perkuat Sinergi Industri Pati Ubi Kayu untuk Tekan Impor dan Dongkrak Daya Saing Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenperin Perkuat Sinergi Industri Pati Ubi Kayu untuk Tekan Impor dan Dongkrak Daya Saing Nasional
Foto: (Sumber: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan Business Matching Pati Ubi Kayu di Jakarta, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/Muzdaffar Fauzan).)

Pantau - Kementerian Perindustrian terus memperkuat sinergi antara industri penghasil pati ubi kayu dan industri pengguna dalam negeri guna mendorong substitusi impor serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan komitmen tersebut saat membuka kegiatan Business Matching Pati Ubi Kayu di Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026.

Industri pati ubi kayu dinyatakan sebagai salah satu industri strategis yang menjadi perhatian utama Kementerian Perindustrian.

Saat ini terdapat 125 perusahaan pati ubi kayu di Indonesia dengan tingkat utilisasi baru mencapai 43 persen.

Data jumlah perusahaan dan tingkat utilisasi tersebut diperoleh dari Sistem Informasi Industri Nasional dan Online Single Submission.

Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, "Pati ubi kayu merupakan komoditas strategis dan memiliki nilai tambah tinggi, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan, antara lain pemanis, bumbu, makanan ringan dan mie, serta non pangan seperti kertas, bahan kimia dan ethanol," ungkapnya.

Hingga November 2025, nilai ekspor pati ubi kayu Indonesia tercatat mencapai 18,7 juta dolar AS.

Nilai ekspor tersebut meningkat sebesar 58,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun demikian, Indonesia masih melakukan impor pati ubi kayu dengan nilai mencapai 73,8 juta dolar AS.

Industri pati ubi kayu nasional masih menghadapi tantangan, terutama terkait persaingan harga dan kualitas dengan produk impor.

Pemerintah mendorong penguatan sinergi antara produsen pati ubi kayu dan industri pengguna sebagai upaya menjawab tantangan tersebut.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah Neraca Komoditas untuk mengatur keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan dalam negeri.

Melalui kebijakan tersebut, industri pati ubi kayu dalam negeri diharapkan dapat berkembang lebih optimal.

Peningkatan utilisasi kapasitas diharapkan sejalan dengan pemenuhan kebutuhan industri pengguna dalam negeri.

Kualitas produk pati ubi kayu nasional juga diharapkan terus meningkat agar mampu bersaing dengan produk impor.

Sebagian industri pengguna masih membutuhkan pati ubi kayu dengan spesifikasi tertentu yang selama ini dipenuhi melalui impor.

Kementerian Perindustrian mendorong peningkatan kapasitas industri dalam negeri agar mampu menghasilkan pati ubi kayu sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

Melalui kegiatan business matching, industri pati ubi kayu dalam negeri didorong untuk melakukan diversifikasi spesifikasi produk.

Diversifikasi spesifikasi tersebut bertujuan agar kebutuhan bahan baku industri pengguna dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Penguatan sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan utilisasi kapasitas industri pati ubi kayu nasional.

Ketergantungan terhadap impor pati ubi kayu diharapkan dapat ditekan secara bertahap.

Industri pati ubi kayu nasional diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan industri nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf

Terpopuler