Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Gubernur Maluku Utara Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan dan Perluasan PNM Mekaar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gubernur Maluku Utara Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan dan Perluasan PNM Mekaar
Foto: (Sumber: Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mellihat produk milik UMKM sekaligus membuka agenda strategis bertajuk Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan” yang diselenggarakan di Dhuafa Center Ternate, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Abdul Fatah)

Pantau - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mendorong akselerasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah agar naik kelas melalui penguatan literasi keuangan dan dukungan modal usaha dalam agenda strategis Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan di Dhuafa Center Ternate.

Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan bahwa kunci utama UMKM naik kelas adalah pemahaman literasi keuangan yang baik.

Ia mengingatkan agar modal usaha tidak disalahgunakan dengan menyatakan, "Modal usaha jangan dipakai untuk membiayai gaya hidup."

Sherly juga mengapresiasi para ibu pelaku UMKM di Maluku Utara yang dinilai memiliki catatan kredit sangat baik tanpa pembiayaan macet.

Ia menyoroti capaian ekonomi Maluku Utara yang tumbuh 39 persen pada Kuartal III tahun 2025 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Gubernur menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diiringi pemerataan yang nyata agar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan PT Permodalan Nasional Madani tersebut dihadiri sekitar 600 peserta dan 20 pelaku UMKM lokal.

Agenda utama acara adalah peluncuran perluasan program pembiayaan PNM Mekaar yang ditujukan khusus bagi kaum perempuan di wilayah Maluku Utara.

Direktur Bisnis PNM Kindaris menyampaikan komitmen perusahaan dengan mengatakan, "PNM akan memperluas jangkauan layanan di Maluku Utara."

Pada tahun 2026, PNM berencana menambah kantor cabang dari satu menjadi lima cabang yang tersebar di Tidore, Sofifi, Weda, dan Morotai.

PNM menargetkan merangkul 10 ribu nasabah baru dengan total penyaluran dana mencapai Rp50 miliar.

Sejak berdiri pada 1999, PNM fokus pada akses keuangan ultra mikro dan secara nasional telah melayani 12,2 juta nasabah aktif.

Apresiasi juga disampaikan pelaku usaha lokal Mulyati Mahmud, pemilik usaha nasi kuning dari Kelurahan Moya yang telah berusaha selama 15 tahun.

Mulyati berharap program tersebut terus berlanjut dengan menyatakan, "Saya berharap program PNM Mekaar terus berlanjut untuk mendukung modal kerja masyarakat kecil."

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Maluku Utara dan Direktur Bisnis PNM terkait pengembangan usaha ultra mikro dan mikro.

Gubernur Sherly juga meresmikan pembukaan Unit Mekaar yang ditandai dengan penayangan video dokumentasi penyaluran PNM Mekaar sebagai bukti kontribusi nyata PNM di lapangan.

Penulis :
Ahmad Yusuf