Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pramono Anung Yakin Pedagang Daging Tetap Berjualan Meski Ada Isu Mogok di Jakarta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pramono Anung Yakin Pedagang Daging Tetap Berjualan Meski Ada Isu Mogok di Jakarta
Foto: (Sumber: Pedagang memotong daging sapi dagangannya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Menurut Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) kuota impor daging sapi untuk pengusaha swasta tahun 2026, dipangkas menjadi 30 ribu ton, dari sebelumnya 180 ribu ton atau hanya setara 16 persen dari total kuota impor daging tahun ini yang mencapai 297 ribu ton. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menanggapi isu rencana mogok berjualan pedagang daging dengan menyatakan keyakinannya bahwa aktivitas penjualan daging di Jakarta tetap berjalan.

Pramono Anung mengaku telah membaca pemberitaan terkait rencana mogok berjualan tersebut dan melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Ia meyakini tidak semua pedagang daging akan mengikuti aksi mogok berjualan yang direncanakan oleh asosiasi.

Menurut Pramono, tidak semua asosiasi memiliki kewenangan untuk melarang anggotanya tetap berjualan.

"Saya membaca berita itu dan saya sudah mengecek di lapangan. Memang ada keinginan, tetapi saya yakin tetap berjualan di Jakarta. Tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya berjualan," ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia DKI Jakarta meminta Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional segera mengatasi mahalnya harga sapi.

Ketua DPD APDI Jakarta Wahyu Purnama menyebut kenaikan harga daging sapi berdampak langsung kepada masyarakat menengah ke bawah.

Ia juga menyampaikan bahwa kenaikan harga tersebut dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Wahyu menjelaskan pemerintah sempat menjanjikan stabilisasi harga sapi timbang hidup dalam dua pekan.

Janji tersebut disampaikan dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada 5 Januari.

Namun hingga saat ini, hasil rapat tersebut dinilai belum direalisasikan.

Pedagang daging juga menghadapi penurunan daya beli masyarakat yang semakin menekan aktivitas usaha mereka.

"Harga sapi timbang hidup dari 'feedloter' yang terlalu tinggi, harga karkas dari RPH mengikuti naik," ungkap Wahyu.

Setelah menyerap aspirasi pedagang dan masyarakat Jabodetabek, DPD APDI memutuskan untuk melakukan aksi mogok berjualan.

Aksi mogok berjualan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari mulai Kamis 22 Januari 2026 hingga Sabtu 24 Januari 2026.

Lokasi aksi mogok berjualan direncanakan berlangsung di seluruh pasar dan rumah potong hewan di wilayah Jabodetabek.

Penulis :
Ahmad Yusuf