Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan dalam Kasus Anak Tenggelam di Kali Sunter Jakarta Utara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan dalam Kasus Anak Tenggelam di Kali Sunter Jakarta Utara
Foto: (Sumber : Petugas dan warga Pademangan mengevakuasi jasad remaja berinisial HDS (10) yang tenggelam di Kali Sunter, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara pada Minggu (8/3/2026) sore. ANTARA/HO-Gulkarmat Jakut dan Kepulauan Seribu.)

Pantau - Polsek Pademangan memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam kasus anak berinisial HDS (10) yang ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Kali Sunter, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, pada Minggu (8/3) sore.

Kepastian tersebut disampaikan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban oleh tenaga medis di Puskesmas Pademangan.

Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala mengatakan, “Berdasarkan pemeriksaan dokter di Puskesmas Pademangan tidak ada tanda-tanda aksi kekerasan di tubuh korban alias nihil.”

Polisi menerima laporan mengenai remaja berinisial HDS yang hilang tenggelam saat berenang di Kali Sunter yang berada di perbatasan Kecamatan Tanjung Priok dan Kecamatan Pademangan.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan tim penyelamatan untuk melakukan pencarian korban.

Petugas juga mengambil keterangan dari sejumlah saksi yang terdiri dari rekan korban, warga sekitar, serta keluarga korban.

Daniel mengatakan, “Kemudian, petugas mengambil keterangan dari sejumlah saksi baik dari rekan korban, warga sekitar dan keluarga korban.”

Kronologi Korban Tenggelam di Kali Sunter

Berdasarkan keterangan saksi berinisial JRY, ia sedang berenang di pinggir Kali Sunter pada Minggu sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu korban datang menghampiri saksi yang sedang berenang di lokasi tersebut.

Setelah melihat saksi berenang, korban juga ingin ikut berenang di kali tersebut.

Korban kemudian langsung masuk ke kali meskipun tidak dapat berenang.

Akibatnya korban tenggelam di aliran kali tersebut.

Pada saat kejadian, saksi lain berinisial WR sedang melintas di sekitar lokasi.

WR mendengar teriakan minta tolong dari sekitar lokasi kejadian.

WR kemudian langsung melompat ke kali untuk mencoba menolong korban.

Namun upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil karena korban terbawa arus kali yang cukup kencang.

Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Setelah kejadian tersebut, petugas bersama warga melakukan pencarian terhadap korban.

Korban akhirnya ditemukan pada pukul 17.52 WIB.

Setelah ditemukan, jasad korban dibawa ke Puskesmas Pademangan untuk dilakukan pemeriksaan.

Daniel mengatakan, “Menurut keterangan dokter puskesmas korban sudah meninggal dunia.”

Keluarga korban menolak dilakukan visum terhadap jenazah korban dan menyatakan menerima kematian korban dengan ikhlas.

Daniel menyatakan, “Rencananya korban akan dimakamkan di kampung halaman keluarga.”

Sebelumnya petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu turut melakukan pencarian terhadap korban.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman mengatakan, “Korban ini ditemukan petugas dalam kondisi meninggal dunia.”

Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya berenang di kali bersama rekan-rekannya sebelum akhirnya terbawa arus dan menghilang di dasar kali.

Setelah mengetahui korban hilang, rekan-rekan korban meminta pertolongan kepada warga sekitar yang kemudian menghubungi petugas Gulkarmat untuk membantu proses pencarian.

Penulis :
Aditya Yohan