
Pantau - Komisi XII DPR RI mendorong percepatan pembangunan ketenagalistrikan nasional berbasis energi bersih sebagai bagian dari upaya mendukung target Indonesia menuju Net Zero Emission.
Langkah ini juga sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional yang baru dan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang telah disusun pemerintah.
Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyampaikan bahwa arah kebijakan energi Indonesia kini fokus pada penambahan kapasitas daya dan peralihan menuju sumber energi ramah lingkungan.
"Nah tapi juga kita ada tuntutan karena kita juga menuju Net Zero Emission sebagaimana ditetapkan dalam kebijakan energi nasional yang baru dan diterjemahkan dalam RUPTL tahun 2025–2034. Nah itu kita akan tambah daya kurang lebih 69 GB tambahan, dan di situ ada 75% lebih itu adalah pembangkit listrik berbasis EBT," ungkap Sugeng.
Transisi Energi Nasional Fokus pada Energi Baru Terbarukan
Menurut Sugeng, pembangunan pembangkit ke depan harus tetap mempertimbangkan tiga prinsip utama: ramah lingkungan, berkelanjutan, dan terjangkau bagi masyarakat.
Hal ini penting agar peningkatan konsumsi listrik per kapita dan pertumbuhan industri tidak menimbulkan tekanan terhadap inflasi maupun kestabilan ekonomi nasional.
Saat ini, PLTU berbahan bakar batu bara masih menjadi tulang punggung (baseload) penyediaan listrik nasional karena harganya yang relatif murah dan didukung kebijakan DMO dan DPO.
Namun, Sugeng menegaskan bahwa pembangkit tenaga gas merupakan solusi ideal dalam fase transisi energi karena lebih bersih dibanding batu bara.
Penguatan Infrastruktur Gas Jadi Kunci
Untuk mendukung transisi ini, Komisi XII mendorong penguatan infrastruktur gas nasional, termasuk pembangunan jaringan transmisi yang menghubungkan Sumatera hingga Jawa serta pemanfaatan potensi gas dari berbagai wilayah di Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga keandalan pasokan listrik nasional dan mendukung target swasembada energi berbasis sumber daya domestik.
Pemerintah dan DPR optimistis bahwa percepatan program listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) akan menjadi tulang punggung pencapaian target emisi nol bersih (Net Zero Emission) Indonesia dalam jangka panjang.
- Penulis :
- Gerry Eka







