Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pengiriman Ponsel Global Diprediksi Anjlok 12,9 Persen akibat Krisis Memori

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pengiriman Ponsel Global Diprediksi Anjlok 12,9 Persen akibat Krisis Memori
Foto: (Sumber: Huawei Mate X7. ANTARA/Farhan Arda Nugraha.)

Pantau - Firma analis International Data Corporation (IDC) memprediksi kelangkaan komponen memori akan menyebabkan pengiriman ponsel pintar global merosot 12,9 persen pada 2026.

Berita ini dimuat pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 07:32 WIB dengan waktu baca 3 menit.

Penurunan tersebut diperkirakan menjadi yang terbesar dalam lebih dari satu dekade dengan proyeksi pengiriman turun dari 1,26 miliar unit pada 2025 menjadi sekitar 1,12 miliar unit tahun ini.

Counterpoint Research juga memproyeksikan pasar turun sekitar 12 persen sepanjang tahun ini.

Senior Research Director IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker Nabila Popal mengatakan, “Krisis memori ini tidak hanya akan menyebabkan penurunan sementara; hal ini menandai penataan ulang struktural seluruh pasar, yang secara mendasar akan membentuk kembali total pasar yang dapat digarap dalam jangka panjang, lanskap vendor, serta komposisi produk”.

Kelangkaan memori diperkirakan mendorong kenaikan harga ritel rata-rata ponsel pintar sebesar 14 persen sehingga harga jual rata-rata diproyeksikan mencapai rekor baru 523 dolar AS atau sekitar Rp8,7 juta.

Dampak ke Harga dan Struktur Pasar

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu konsolidasi pasar karena pemain kecil keluar dari industri sementara vendor segmen bawah menghadapi penurunan pengiriman akibat keterbatasan pasokan dan melemahnya permintaan.

Ponsel pintar dengan harga di bawah 100 dolar AS atau sekitar Rp1,6 juta berisiko tidak lagi ekonomis untuk diproduksi secara permanen.

IDC memperkirakan pengiriman di Timur Tengah dan Afrika turun lebih dari 20 persen secara tahunan, China turun 10,5 persen, serta Asia Pasifik selain Jepang turun 13,1 persen.

IDC memperkirakan harga RAM baru mulai stabil pada pertengahan 2027.

Principal Analyst Counterpoint Yang Wang menyatakan dampak kelangkaan memori diperkirakan berlanjut hingga paruh kedua 2027 dengan kenaikan harga 10–20 persen pada sejumlah portofolio vendor Android sejak Januari 2026.

Counterpoint menilai segmen ponsel premium relatif mampu bertahan sementara segmen di bawah 200 dolar AS atau sekitar Rp3,3 juta diprediksi merosot hingga 20 persen.

Ketidakstabilan harga perangkat baru dinilai dapat mendorong pertumbuhan pasar ponsel bekas.

CEO dan pendiri Nothing Carl Pei sebelumnya memperingatkan harga ponsel pintar akan meningkat pada 2026 akibat kenaikan biaya memori dan menyebut produsen menghadapi pilihan menaikkan harga hingga 30 persen atau menurunkan spesifikasi perangkat.

Penulis :
Gerry Eka