Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Global
Foto: Tangkapan layar - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Selasa 17/3/2026 (sumber: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas)

Pantau - Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 16 hingga 17 Maret 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah memburuknya kondisi global.

Keputusan tersebut juga menetapkan suku bunga deposit facility tetap di level 3,75 persen dan suku bunga lending facility bertahan di level 5,50 persen.

Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan eksternal yang meningkat akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar keuangan global.

Selain menjaga nilai tukar rupiah, langkah ini juga ditujukan untuk memastikan inflasi tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.

Stabilitas Rupiah dan Target Inflasi

Bank Indonesia menegaskan bahwa stabilitas rupiah menjadi fokus utama di tengah ketidakpastian global yang semakin meningkat.

Upaya tersebut juga sejalan dengan target inflasi tahun 2026 hingga 2027 yang dijaga pada kisaran 2,5 persen dengan deviasi plus minus 1 persen.

Kebijakan suku bunga yang stabil diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Strategi Hadapi Risiko Global

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter guna menghadapi potensi risiko eksternal.

"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan ekskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional," ungkapnya.

Bank Indonesia juga menegaskan kesiapan untuk melakukan penyesuaian kebijakan secara responsif sesuai dinamika global dan domestik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang masih berlanjut.

Penulis :
Arian Mesa