
Pantau - Pedagang kulit ketupat di sepanjang Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat, kebanjiran pesanan dari warga menjelang Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pantauan di lokasi pada Kamis malam menunjukkan para pedagang berjajar di pinggir jalan menawarkan kulit ketupat kepada pembeli yang terus berdatangan.
Salah satu pedagang, Aji, mengatakan dirinya rutin berjualan di lokasi tersebut dan permintaan meningkat tajam saat mendekati Lebaran.
"Kalau saya sih tiap hari di sini. Kalau enggak lagi mau Lebaran, biasanya janurnya dijual buat umbul-umbul acara hajatan sama stok ke pedagang ketupat sayur atau katering," ungkapnya.
Permintaan Naik, Harga Ikut Melonjak
Lonjakan permintaan membuat harga kulit ketupat naik hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
"Harganya itu Rp12 ribu isinya 10 kalau Lebaran. Kalau hari biasa paling Rp5 ribu sampai Rp6 ribu," kata dia.
Meski harga meningkat, pembeli tetap memadati lapak karena ketupat menjadi hidangan khas Lebaran.
"Karena lonjakan mau Lebaran, dari sananya juga sudah mahal bahannya," ujarnya.
Produksi Dikebut hingga Ribuan per Hari
Untuk memenuhi permintaan, Aji memilih mengambil pasokan dari pemasok karena tidak mampu memproduksi sendiri dalam jumlah besar.
"Saya beli lagi, kalau bikin sendiri nggak ke kejar. Soalnya kebutuhannya banyak, bisa sampai ribuan sehari kalau mau Lebaran kayak gini," ujarnya.
Pembelian bervariasi mulai dari puluhan hingga ribuan kulit ketupat, terutama bagi pedagang yang akan menjual kembali dalam bentuk siap saji.
“Paling banyak ada yang beli sampai 1.000, itu biasanya buat dijual lagi yang sudah matang. Kalau yang buat masak sendiri palingan belinya 20 sampai 50 kulit ketupat,” tuturnya.
Pedagang lain, Hafid, menyebut lapaknya beroperasi selama 24 jam untuk melayani tingginya permintaan.
"Sekarang buka 24 jam karena biasanya makin malam justru makin banyak yang beli," ungkapnya.
Ia menambahkan produksi dilakukan langsung di lokasi untuk menekan biaya.
"Sehari bisa sampai 300 biji ini bikin kulit ketupatnya sembari menunggu yang beli kita bikin saja sendiri. Kalau ambil dari orang untungnya tipis banget. Mending bikin sendiri saja," katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








