Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BEI Ungkap 12 Perusahaan Antre IPO, Didominasi Aset Besar dan Beragam Sektor

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BEI Ungkap 12 Perusahaan Antre IPO, Didominasi Aset Besar dan Beragam Sektor
Foto: Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna diwawancarai cegat di Gedung BEI, Jakarta (sumber: ANTARA/Muhammad Heriyanto)

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat 12 perusahaan dalam antrean penawaran umum perdana saham atau IPO di pasar modal Indonesia hingga 27 Maret 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan, "Hingga saat ini, terdapat dua belas perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI".

Dari total tersebut, sebanyak 11 perusahaan merupakan perusahaan beraset skala besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar.

Sementara itu, satu perusahaan lainnya termasuk dalam kategori aset skala menengah dengan nilai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

Kriteria skala aset tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 53/POJK.04/2017.

Komposisi Sektor dan Status IPO

BEI mencatat perusahaan dalam antrean IPO berasal dari berbagai sektor industri.

Sebanyak tiga perusahaan berasal dari sektor barang konsumen primer.

Kemudian masing-masing dua perusahaan berasal dari sektor infrastruktur, teknologi, dan kesehatan.

Selain itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor energi, keuangan, serta transportasi dan logistik.

Hingga 27 Maret 2026, belum terdapat perusahaan yang melaksanakan IPO di pasar modal Indonesia sepanjang tahun tersebut.

Jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 956 perusahaan hingga tanggal tersebut.

Angka tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi akhir tahun 2025.

Aktivitas Emisi dan Rights Issue

BEI juga mencatat aktivitas emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk yang mencapai 45 emisi dari 30 penerbit.

Total dana yang berhasil dihimpun dari emisi tersebut mencapai Rp50,87 triliun.

Selain itu, terdapat 28 emisi dari 20 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk yang masih berada dalam antrean.

Untuk aksi korporasi rights issue, tercatat tiga perusahaan telah melaksanakannya hingga 27 Maret 2026.

Total nilai rights issue tersebut mencapai Rp3,75 triliun.

Sementara itu, terdapat satu perusahaan dari sektor properti yang masih berada dalam antrean rights issue.

Penulis :
Shila Glorya