
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 18,40 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.971,03 pada Selasa sore akibat ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang menekan sentimen pasar global.
Indeks LQ45 turut mengalami pelemahan sebesar 6,10 poin atau 0,86 persen ke posisi 701,66 seiring tekanan yang juga dirasakan oleh bursa regional Asia.
"IHSG dan bursa regional Asia tertekan di tengah ketidakpastian seputar konflik di Timur Tengah yang masih berlanjut, perkembangan eskalasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran terus menjadi perhatian pelaku pasar," ungkapnya.
Ketegangan Global Tekan Sentimen Pasar
Pelaku pasar global terus mencermati potensi negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.
Konflik di Timur Tengah serta ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena berdampak pada stabilitas pasokan energi global.
Harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan global di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Mediator internasional dilaporkan telah mengajukan proposal perdamaian, termasuk pembahasan gencatan senjata selama 45 hari sebagai langkah menuju kesepakatan permanen.
Iran menginginkan penghentian perang secara total namun tetap menutup jalur distribusi minyak dunia sebagai bagian dari tekanan terhadap pihak lawan.
Amerika Serikat memberikan tenggat waktu kesepakatan kepada Iran di tengah negosiasi yang masih berlangsung.
Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan melumpuhkan fasilitas pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika kesepakatan dilanggar, meskipun ancaman tersebut berpotensi dianggap sebagai kejahatan perang.
Rupiah Melemah dan Perdagangan Saham Berfluktuasi
Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah turut melemah hingga menyentuh Rp17.106 per dolar Amerika Serikat akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Pelemahan rupiah dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah serta ancaman serangan terhadap infrastruktur Iran yang memperburuk sentimen pasar.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit APBN akibat tekanan global yang berkepanjangan.
IHSG sempat dibuka menguat sebelum berbalik ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama dan bertahan di zona merah sampai akhir perdagangan sesi kedua.
Tiga sektor mencatat penguatan yaitu sektor infrastruktur naik 0,56 persen, sektor keuangan naik 0,54 persen, dan sektor energi naik 0,27 persen.
Sebanyak delapan sektor mengalami pelemahan dengan sektor industri mencatat penurunan terdalam sebesar 2,51 persen.
Sektor transportasi dan logistik turun 1,80 persen serta sektor barang konsumen primer melemah 0,96 persen.
Saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain PMJS, KUAS, ESIP, IFSH, dan MEGA.
Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar yaitu CHEM, KKGI, NSSS, FWCT, dan FORE.
Frekuensi perdagangan mencapai 1.767.356 transaksi dengan total volume 27,16 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp13,48 triliun.
Sebanyak 250 saham menguat, 407 saham melemah, dan 158 saham stagnan.
Bursa regional Asia menunjukkan pergerakan bervariasi dengan Indeks Nikkei menguat 112,82 poin atau 0,21 persen ke 53.526,50, Indeks Shanghai naik 10,07 poin atau 0,26 persen ke 3.890,16, sementara Indeks Hang Seng melemah 177,50 poin atau 0,70 persen ke 25.116,53 dan Indeks Strait Times turun 14,39 poin atau 0,29 persen ke 4.958,01.
- Penulis :
- Leon Weldrick








