HOME  ⁄  Ekonomi

Modernisasi Transportasi Massal di Kalimantan Timur Digenjot, Balikpapan dan Samarinda Jadi Percontohan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Modernisasi Transportasi Massal di Kalimantan Timur Digenjot, Balikpapan dan Samarinda Jadi Percontohan
Foto: (Sumber : Sejumlah penumpang di Balikpapan menaiki bus Bacitra. ANTARA/HO-Muhammad Solih Januar..)

Pantau - Pemerintah mulai melakukan modernisasi transportasi massal di Kalimantan Timur guna meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Balikpapan Jadi Proyek Percontohan

Transformasi angkutan perkotaan modern ini disampaikan oleh Analis Kebijakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kaltim Mochammad Rayani.

"Kaltim saat ini sudah memulai transformasi besar menghadirkan angkutan perkotaan modern yang nyaman bagi masyarakat," ungkapnya.

Program percontohan telah diterapkan di Kota Balikpapan melalui layanan bus Balikpapan City Trans atau Bacitra yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Sebanyak 21 unit bus Bacitra beroperasi setiap hari dengan tingkat keterisian penumpang mencapai lebih dari 100 persen.

Jumlah pengguna layanan ini tercatat sekitar 6.332 orang per hari.

Penjabat Sekretaris Daerah Balikpapan Agus Budi Prasetyo menyebut operasional layanan tersebut masih didukung Kementerian Perhubungan hingga 2026.

Ia menambahkan pemerintah kota bersiap mengambil alih pengelolaan pada 2027 dengan estimasi anggaran sebesar Rp22 miliar per tahun.

Pengembangan infrastruktur juga dilakukan melalui pembangunan 125 halte secara bertahap, dengan 33 halte telah terealisasi melalui kolaborasi pemerintah daerah dan program CSR perusahaan.

Samarinda Siapkan Pengembangan dan Rute Baru

Kota Samarinda mulai mengikuti langkah serupa dengan melakukan studi kelayakan pengembangan transportasi massal.

Kepala Dinas Perhubungan Samarinda Hotmarulitua Manalu menyatakan studi tersebut mencakup rencana tujuh rute utama dan enam rute pengumpan.

Pengembangan transportasi publik dinilai mendesak karena sistem angkutan konvensional saat ini belum memiliki kepastian waktu layanan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat cenderung memilih kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.

Transportasi massal modern diyakini dapat menekan biaya transportasi rumah tangga sekaligus mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan emisi gas buang.

Pemerintah menargetkan program di Samarinda masuk dalam perencanaan Bappenas agar dapat memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat pada 2027.

Modernisasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan di Kalimantan Timur.

Penulis :
Ahmad Yusuf