
Pantau - PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) mempercepat transformasi bisnis dengan fokus pada penguatan asuransi perdagangan dan segmen ritel guna meningkatkan daya saing di tengah ketatnya industri perasuransian.
Transformasi Dorong Kinerja dan Daya Saing
Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis ASEI Agus Sulih Purwanto mengatakan transformasi perusahaan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kualitas bisnis, penguatan sumber daya manusia, dan tata kelola perusahaan.
“Transformasi di ASEI kami arahkan pada perbaikan kualitas bisnis, kualitas SDM, dan penguatan tata kelola. Tiga hal ini menjadi fondasi utama agar perusahaan lebih adaptif dan kompetitif,” ujarnya.
Transformasi tersebut mulai menunjukkan hasil dengan pertumbuhan premi hingga 300 persen dan hasil underwriting di atas 240 persen sepanjang 2025, serta menjaga rasio kesehatan keuangan sesuai standar regulator.
ASEI juga memperkuat posisinya di sektor financial insurance, khususnya asuransi perdagangan, sebagai strategi menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada sektor ekspor dan rantai pasok.
“Kami memperkuat portofolio asuransi perdagangan sekaligus membangun ekosistem yang solid. Kami tidak hanya menawarkan proteksi, tetapi juga solusi komprehensif yang terintegrasi,” kata Agus.
Ekspansi Ritel dan Adaptasi Digital
Selain asuransi perdagangan, ASEI mendorong ekspansi pada segmen ritel yang dinilai memiliki margin lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Perusahaan telah meluncurkan berbagai produk ritel seperti myAsei Pelajar, myAsei Griya, myAsei Pesona, myAsei Travel, serta perlindungan kendaraan dan cyber insurance untuk menjawab risiko digital.
Dari sisi distribusi, ASEI memperluas kanal pemasaran melalui keagenan, bancassurance, broker, hingga kemitraan dengan pelaku insurtech guna menjangkau pasar yang lebih luas.
“Keberlanjutan industri asuransi sangat ditentukan oleh adopsi digital, tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat, serta peningkatan literasi asuransi masyarakat,” ujarnya.
ASEI menilai industri asuransi nasional masih memiliki peluang pertumbuhan dalam tiga hingga lima tahun ke depan, meski dihadapkan pada tantangan literasi rendah, persaingan ketat, dan tuntutan digitalisasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








