
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menggandeng Danantara dan BUMN untuk mempercepat implementasi biodiesel B50 dan etanol E20 guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
“Ini arahan Bapak Presiden. Kami bersama BUMN, Danantara, kami kolaborasi untuk mewujudkan gagasan besar Bapak Presiden,” ujar Amran di Jakarta, Kamis (16/4).
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengembangkan bioenergi sebagai upaya menuju kemandirian energi nasional.
B50 Ditargetkan Hentikan Impor Solar
Amran menegaskan implementasi biodiesel B50 ditargetkan mulai berjalan tahun ini dan diharapkan mampu menghentikan impor solar hingga 5 juta ton.
“Arahan Bapak Presiden, yaitu biofuel. B50 jalan kita stop impor solar 5 juta ton. Nah ini capaian yang luar biasa. Karena akan membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa implementasi B40 saat ini telah berhasil menekan ketergantungan impor energi.
"Dan dengan B40 sekarang sebetulnya kita sudah nggak impor solar. Nanti kalau B50 kita bahkan ekspor solar. Jadi yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” katanya.
Pengembangan E20 Dorong Kemandirian Energi
Selain biodiesel, pemerintah juga mempercepat pengembangan etanol melalui mandatori E20 sebagai bagian dari bauran energi nasional.
“Yang paling terakhir adalah etanol. Kita menuju mandatori E20. Kita butuh 8 juta ton etanol. Artinya apa? Suatu saat kita mandiri karena Brasil sekarang sudah bisa E70, E100,” jelas Amran.
Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung implementasi program bioenergi tersebut.
“Sudah B50 sudah oke, sekarang etanol. Yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” ujarnya.
Pemerintah menilai pengembangan bioenergi tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








