
Pantau - SKK Migas menargetkan produksi minyak dari sumur rakyat meningkat menjadi minimal 2.000 barel per hari (bph) pada Juli 2026 sebagai bagian dari upaya mendongkrak produksi minyak nasional dan mendukung target APBN 2026 sebesar 610.000 barel minyak per hari.
Target tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Djoko menegaskan produksi minyak dari sumur rakyat harus mengalami peningkatan dalam waktu dekat.
Ia mengungkapkan, "Bulan Juli harus naik jadi 2 ribu (barel per hari). Minimal."
Saat ini produksi minyak dari sumur rakyat telah mencapai sekitar 1.500 barel minyak per hari yang dikelola oleh sembilan pengelola yang terdiri atas koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Potensi Produksi Mencapai 20.000 Barel per Hari
SKK Migas memperkirakan potensi produksi minyak dari sumur rakyat dapat mencapai 20.000 barel minyak per hari apabila pengelolaan dilakukan secara optimal.
Djoko menyatakan, "Target potensinya sebesar 20 ribu barel minyak per hari."
Peningkatan produksi sumur rakyat merupakan implementasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.
Melalui regulasi tersebut, pemerintah memberikan kesempatan kepada BUMD, koperasi, dan UMKM untuk mengelola sumur minyak rakyat secara legal.
Hasil produksi minyak dari sumur rakyat selanjutnya dapat dijual kepada Pertamina maupun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Harga jual minyak dari sumur rakyat ditetapkan sebesar 80 persen dari Indonesian Crude Price (ICP).
Dorong Pencapaian Target Produksi Nasional
Optimalisasi sumur rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional yang masih berada di bawah target APBN 2026.
Hingga 31 Mei 2026, produksi minyak, kondensat, dan Natural Gas Liquid (NGL) tercatat mencapai 576,2 ribu barel minyak per hari (MBOPD).
Dari jumlah tersebut, realisasi produksi minyak mencapai 491,3 ribu barel minyak per hari (BOPD).
Realisasi produksi kondensat tercatat sebesar 55,8 ribu barel per hari.
Sementara itu, realisasi produksi Natural Gas Liquid (NGL) mencapai 29,1 ribu barel per hari.
Kenaikan produksi dari sumur rakyat diharapkan dapat memberikan tambahan kontribusi terhadap produksi minyak nasional serta membantu menutup selisih menuju target produksi minyak dalam APBN 2026.
- Penulis :
- Shila Glorya





