
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan perusahaan harus menyesuaikan penugasan peserta magang nasional dengan latar belakang pendidikan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran dan kompetensi kerja.
Penyesuaian Tugas Dinilai Belum Optimal
Yassierli menyebut masih ditemukan peserta magang, termasuk lulusan sarjana, yang belum mendapatkan tugas sesuai dengan tingkat pendidikannya.
"Penyesuaian ini agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan mampu meningkatkan kompetensi peserta secara optimal," ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu segera diperbaiki agar pengalaman yang diperoleh peserta relevan dengan kemampuan yang dimiliki.
"Untuk lulusan S1, sebaiknya dapat diberikan tugas yang lebih menggambarkan tingkat pendidikannya," ujarnya.
Program Magang Nasional dan Harapan Pemerintah
Menaker juga mengingatkan peserta agar menjalani program magang secara serius, disiplin, dan bertanggung jawab sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Program magang nasional saat ini diikuti sekitar 100 ribu peserta di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga.
Pada tahap pertama, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan program pada 19 April 2026.
Peserta yang menyelesaikan magang selama enam bulan akan memperoleh sertifikat, sementara yang mengikuti lebih dari tiga bulan akan mendapatkan surat keterangan sebagai bukti pengalaman kerja.
Pemerintah berharap program ini mampu meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja tenaga kerja Indonesia di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



