HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Bitcoin Dekati 79.500 Dolar AS di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Harga Bitcoin Dekati 79.500 Dolar AS di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/12/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar..)

Pantau - Harga Bitcoin (BTC) mendekati level 79.500 dolar AS pada 22 April 2026 setelah sempat terkoreksi ke kisaran 74.000 dolar AS, didorong arus dana institusional di tengah dinamika geopolitik.

Penguatan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi pasar kripto meskipun ketidakpastian global masih berlangsung.

Dorongan Investor Institusional dan ETF

"Tren ini mengindikasikan bahwa permintaan serta kepercayaan terhadap aset kripto masih terjaga di tengah dinamika pasar global," ungkap Vice President INDODAX Antony Kusuma.

Ia menjelaskan arus masuk dana ke produk spot Bitcoin ETF mencapai sekitar 250,22 juta dolar AS dalam sepekan dengan total akumulasi sebesar 57,95 miliar dolar AS.

Menurutnya, kenaikan harga Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi sentimen jangka pendek, tetapi juga didorong oleh permintaan kuat dari investor institusional.

“Pergerakan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh permintaan yang semakin konsisten dari investor institusional, yang terlihat dari arus masuk melalui produk spot ETF," ujarnya.

Pengaruh Geopolitik dan Faktor Pasar Global

Antony menambahkan penguatan harga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk dinamika hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.

Ia juga menyoroti faktor kebijakan moneter Amerika Serikat yang memengaruhi sentimen pasar, terutama terkait arah suku bunga dan inflasi.

Selain itu, aktivitas pasar derivatif seperti short squeeze turut mempercepat kenaikan harga dalam jangka pendek akibat penutupan posisi jual.

Sebagai informasi tambahan, Antony menekankan bahwa meskipun tren positif terlihat, volatilitas tetap tinggi sehingga investor perlu menerapkan manajemen risiko dan melakukan riset sebelum berinvestasi.

Penulis :
Aditya Yohan