
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Jumat pagi melemah dipicu tingginya harga minyak global dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Tekanan Global dan Pergerakan Indeks
IHSG dibuka turun 0,53 poin atau 0,01 persen ke posisi 7.378,07.
Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi saham unggulan ikut melemah 1,51 poin atau 0,10 persen ke posisi 715,75.
“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menutup gap down di 7.308, serta menguji level 7.300 ,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim.
Ia menjelaskan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar.
Ketegangan tersebut dipicu aktivitas militer di Selat Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
"Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di level tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan melebarnya defisit anggaran belanja," ujar Ratna.
Harga minyak dunia tercatat tinggi dengan Brent di level 105,93 dolar AS per barel dan WTI sebesar 96,57 dolar AS per barel.
Sentimen Domestik dan Pasar Global
Dari dalam negeri, pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS turut menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
Di sisi lain, kinerja positif sejumlah emiten besar membantu menahan penurunan lebih dalam.
"Namun, hasil kinerja kuartalan emiten yang sebagian besar positif dari perusahaan besar (big caps) membantu membatasi pelemahan IHSG," ujar Ratna.
Secara global, bursa saham Eropa dan Amerika Serikat kompak melemah pada perdagangan sebelumnya.
Sementara di Asia, pergerakan bursa cenderung variatif dengan indeks Nikkei menguat, sedangkan Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times mengalami pelemahan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








