
Pantau - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyebut sekitar 600.000 hektare lahan transmigrasi telah ditanami kelapa sawit secara produktif dari total 3,1 juta hektare kawasan transmigrasi di Indonesia.
Sawit Jadi Penopang Devisa dan Lapangan Kerja
Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan HUT ke-45 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia yang menyoroti peran strategis industri sawit bagi perekonomian nasional.
Ia mengungkapkan, “Sawit itu menjadi komoditas utama untuk kontributor devisa non-migas terbesar di Indonesia. Jadi memang harus dikembangkan karena sawit ini kan bukan hanya untuk pengusaha, tapi juga menjadi milik negara BUMN dan petani sawit juga banyak.”
Industri sawit dinilai memiliki peran penting karena melibatkan berbagai pihak mulai dari BUMN, swasta, hingga petani swadaya.
Selain menyumbang devisa, sektor ini juga menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar terutama di wilayah pelosok sehingga membantu menekan angka pengangguran nasional.
Keberhasilan PIR-Trans dan Tantangan Lahan
Viva Yoga menyoroti keberhasilan Program Inti Rakyat Trans (PIR-Trans) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran di berbagai daerah.
Ia mencontohkan keberhasilan di Kabupaten Bungo, Jambi, di mana warga transmigran kini memiliki lahan sendiri setelah bermitra dengan pihak swasta.
Ia mengatakan, “Sawit bagi warga trans itu adalah seperti rejeki dari Tuhan. Mereka melakukan kerja sama dengan pihak swasta, bagi hasil dan untung, setelah sekian tahun tanah itu menjadi milik mereka sendiri.”
Pemerintah mengakui masih adanya tantangan berupa tumpang tindih lahan yang menghambat kepastian investasi di kawasan transmigrasi.
Kementerian Transmigrasi akan terus mengawal penyelesaian konflik lahan secara intensif baik melalui jalur hukum maupun pendekatan adat agar lebih cepat dan harmonis.
Target sertifikasi lahan pada 2025 sebanyak 13.751 bidang telah terlampaui dengan realisasi lebih dari 14.000 bidang.
Proses sertifikasi lahan akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun 2026 sebagai upaya memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Ke depan, program transmigrasi akan difokuskan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan komoditas unggulan berbasis wilayah seperti sawit di Sumatera dan Kalimantan, padi di Papua, serta hortikultura di Sulawesi.
Kawasan transmigrasi diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





