
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pelatihan vokasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri.
Kesenjangan Kompetensi Jadi Tantangan
Yassierli menyebut masih terdapat kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri.
“Di antara tantangan kita saat ini adalah masih terdapat kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri. Hal ini perlu dijembatani melalui pelatihan vokasi yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan konsep link and match agar lulusan pelatihan siap kerja dan sesuai kebutuhan pasar.
Serapan Tinggi dan Penguatan Program
Menaker mencontohkan tingkat serapan lulusan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang pada 2025 mencapai 82 persen.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan pelatihan yang diberikan telah sesuai dengan kebutuhan industri.
Yassierli juga meninjau langsung pelatihan dan kegiatan walk in interview yang mempertemukan peserta dengan dunia usaha guna mempercepat penyerapan kerja.
Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch I 2026 di BBPVP Serang mencakup tujuh kejuruan dengan 18 program, antara lain teknik las, teknik listrik, manufaktur, teknologi informasi, bisnis dan manajemen, fashion technology, serta pengolahan agroindustri.
Ia berharap kualitas pelatihan terus ditingkatkan agar lulusan mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan industri secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





